Pengembangan Mesin Tanam dan Pupuk Kacang Tanah (2005)

Purwanto Carolus Yusup, Marsudi, Harjono, Sulistiadji Koes
Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

Kacang tanah merupakan komoditas pangan yang penting, disamping juga sebagai bahan baku industri pangan yang penting. Permintaan  kacang tanah terus meningkat, permintaan yang jauh lebih tinggi dibanding dengan produksinya, sehingga harus diimpor. Hasil samping  kacang tanah, yaitu daun dan batangnya merupakan hijauan pakan ternak ruminansia, sedangkan kulit kacang tanah dapat digunakan sebagai bahan baku industri . Penanaman secara manual menggunakan tugal sangat melelahkan dan kapasitasnya rendah yaitu sekitar 30 HOK/ha dengan jarak tanam 40 cm x 10 cm dan satu biji per lubang.
Pemupukan  sangat penting dalam peningkatan produksi kacang tanah, pupuk yang banyak dipakai untuk tanaman kacang tanah adalah pupuk N, P dan K. Pemberiannya dapat dilakukan sehari sebelum atau saat tanam. Pupuk tersebut diletakkan 5 cm dari tanaman pokok dan ditutup tanah. Pemupukan secara manual kapsitas kerjanya juga rendah. Kapasitas kerja dan efisiensi pemupukan dasar akan meningkat bila dilakukan bersamaan tanam menggunakan mesin tanam dan pemupuk sekaligus. Peluang untuk merekayasa prototipe mesin tanam dan pemupuk  kacang tanah yang ditarik dengan traktor roda dua sangat potensial. Traktor tersebut dapat berfungsi sebagai alsintan untuk penyiapan lahan, transportasi dan penanaman benih sekaligus pemupuk. Pengembangan mesin tanam dan pemupuk kacang tanah merupakan penyempurnaan dengan modifikasi dari prototipe mesin tanam kacang tanah yang telah ada sebelumnya. Perubahan yang ada diantaranya bahwa penakar benih tidak digerakkan langsung oleh roda melainkan melalui transmisi bevel gear untuk penakar benih dan rantai untuk penakar pupuk. Hasil uji fungsional menunjukkan bagian-bagian utama mesin telah berfungsi dengan baik. Dari hasil uji lapang mesin tanam dan pemupuk ini yang dilakukan di lokasi kacang tanah di Serang, Banten menunjukkan kapasitas tanam mencapai 0,24 ha/jam atau 4,17 jam/ha dengan kecepatan kerja 1,70 km/jam dan lebar kerja 1,60 m. Analisis ekonomi berupa biaya pokok pengoperasian mesin tanam dan pemupuk kacang tanah sebesar Rp.105.822 .-/ha atau lebih rendah dibanding dengan biaya tanam manual sebesar Rp.450.000.-/ha.


HIGHLIGHT

Portal PPID BBP Mektan

Informasi Publik

mail Litbang

Zona Integritas

Lelang Pengadaan

POLLING

Darimanakah Anda Mengetahui BBP Mektan ?

F A Q

Q : Apa yang dimaksud dengan Mekanisasi Pertanian?

Q : Mengapa harus menggunakan Mekanisasi Pertanian, Apa tujuannya?

Q : Apa saja Jenis Pengujiannya?

Q : Bagaimana prosedur dan persyaratan pengujian alat dan mesin pertanian

 Selengkapnya...