Pengembangan Prototipe Alsin Penyiang Bermotor dan Perontok Padi (2005)

Sulistiadji Koes, Pitoyo Joko, Harjono, Rosmeika, Gunanto Andri, Hidayat Muhammad
Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

Kebutuhan beras sebagai bahan pangan pokok sebagian penduduk Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk. Namun disisi lain luas lahan tidak bertambah bahkan cenderung berkurang. Dalam rangka mengatasi kedua faktor yang bertolak belakang tersebut adalah dengan meningkatkan mutu intensifikasi. Intensifikasi  sangat ditentukan oleh jadwal waktu yang terikat dan areal yang tertentu. Hal tersebut menuntut alternatif pengerahan tenaga kerja dalam tiap tahap budidaya termasuk penyiangan dan panen. Dalam hal tenaga kerja terbatas maka penambahannya dengan menggunakan cara mekanis, termasuk penyiangan dan perontokan. Dalam rangka mencapai cara tersebut perlu dilakukan suatu pengembangan prototipe mesin penyiang dan perontok yang pernah di rancang sebelumnya.
Untuk alsin penyiang bermotor telah dibuat 3 prototipe dengan bagian utama yang mengalami modifikasi adalah : lubang tempat baut dudukan gigi-gigi penyiang agar piringan penyangganya tidak melengkung akibat aksi gerak gigi-gigi penyiang saat mengaduk lumpur (saat alsin penyiang dioperasikan).  Sedangkan mesin perontok padi dibuat 2 prototipe.  Modifikasi yang dilaksanakan adalah di bagian drum perontok yang dirancang sehingga terdapat dua macam deretan lubang untuk penempatan gigi-gigi perontok ; deretan lubang dengan jarak antar lubang 6 cm apabila akan dipakai untuk merontok padi varietas ulet (VUTB); deretan lubang dengan jarak antar lubang 8 cm apabila akan dipakai untuk merontok padi varietas non-ulet (VUTW).
Daerah yang terpilih sebagai “Scalling Up” kegiatan ini adalah : (a) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah,  untuk 3 unit alsin Power Weeder, dan (b) Kabupaten Cianjur, Kecamatan Cihea, Jawa Barat untuk 2 unit Thresher (Modifikasi).   Hasil yang diperoleh dari introduksi kedua alsin tersebut adalah : Dari segi aspek teknis mendapat respon positif dari petani setempat, sedang dua aspek lainnya yaitu aspek Ekonomi dan aspek Sosial Budaya masih banyak menjumpai kendala yang kedepan perlu diselesaikan secara komprehensip khususnya antara lain melalui pendekatan kelembagaan, baik ditingkat petani maupun tingkat Otonomi Daerah.


HIGHLIGHT

Portal PPID BBP Mektan

Informasi Publik

mail Litbang

Zona Integritas

Lelang Pengadaan

POLLING

Darimanakah Anda Mengetahui BBP Mektan ?

F A Q

Q : Apa yang dimaksud dengan Mekanisasi Pertanian?

Q : Mengapa harus menggunakan Mekanisasi Pertanian, Apa tujuannya?

Q : Apa saja Jenis Pengujiannya?

Q : Bagaimana prosedur dan persyaratan pengujian alat dan mesin pertanian

 Selengkapnya...