Penelitian Manajemen Air Irigasi Konjungtive Mendukung Agribisnis Tanaman Jagung (2004)

Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

Oleh karena tingginya permintaan akan jagung sebagai bahan industri (pangan, pakan dan benih) maka beberapa wilayah di Jawa Timur petaninya menjadikan tanaman jagung sebagai pilihan kedua setelah padi. Tanaman jagung diusahakan pada lahan irigasi setelah padi maupun lahan kering. Varietas yang dipilih umumnya adalah hibrida berdaya hasil > 6 t/ha. Kendala pertanaman jagung pada lahan irigasi setelah padi adalah drainase lahan sedangkan pada lahan kering adalah kekurangan air. Kelebihan air dapat meningkatkan losses di lapangan akibat roboh atau busuk akar, sedangkan kekeringan berdampak pada penurunan hasil atau bahkan gagal panen. Kedua kendala tersebut sangat menentukan sistem penyediaan industri jagung yang ditentukan oleh kontinuitas pasokan bahan mentah, ketepatan waktu dan jumlah sesuai yang diinginkan. Peluang penerapan teknologi untuk mengatasinya adalah manajemen air yang baik yaitu pengaturan polatanam, rekayasa dan rancangbangun lahan, pemanfaatan irigasi pompa melalui optimalisasi cadangan lengas tanah yang ada. Pengaturan polatanam berdasarkan nilai kebutuhan air tanaman, musim atau ketersediaan air (hujan dan irigasi permukaan/airtanah) dalam kurun waktu tertentu, varietas tanaman (umur genjah atau dalam, toleran atau sensistif kekeringan) , dan cara budidaya. Pengelolaan pemanfaatan air secara operasional dapat secara sendiri-sendiri berdasarkan sifat sumber airnya atau gabungan saling komplementer sebagai bentuk irigasi konjungtif.


HIGHLIGHT

Portal PPID BBP Mektan

Informasi Publik

mail Litbang

Zona Integritas

Lelang Pengadaan

POLLING

Darimanakah Anda Mengetahui BBP Mektan ?

F A Q

Q : Apa yang dimaksud dengan Mekanisasi Pertanian?

Q : Mengapa harus menggunakan Mekanisasi Pertanian, Apa tujuannya?

Q : Apa saja Jenis Pengujiannya?

Q : Bagaimana prosedur dan persyaratan pengujian alat dan mesin pertanian

 Selengkapnya...