Analisis Kelayakan Alat Pengabut Air Tipe Bayonet pada Penggilingan Padi Skala Kecil (2002)

Tahir, Ridwan; Sardjono; Harsono
Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

Kegiatan ini merupakan uji layak terap / adaptasi alat pengabut air tipe bayonet pada penggilingan padi skala kecil pada tiga lokasi, yaitu Karawang, Cianjur (Jawa barat) dan Tabanan (Bali). Tujuan studi ini adalah  a) mempelajari kelayakan teknis, ekonomis dan sosial penerapan alat pengabut air pada penggilingan padi skala kecil dan b) memperbaiki mutu beras pada penggilingan padi dipedesaan. Analisis data dari hasil percobaan pada lokasi adaptasi alat pengabut air dapat di  carikan : di Tabanan, posisi pengabut yang menunjukan kinerja paling baik pada jarak 50 cm dan dapat meningkatkan persentasi beras utuh dan kepala sebesar 3,3 % dan menurunkan  persentasi menir sebesar 6,86 %. Hasil pengujian di Kerawang  menujukkan bahwa terdapat peningkatan beras utuh/ beras kepala sebesar 2,2 % dan menurunkan menir sebesar 4,1%. Sedangkan di Cianjur meningkatkan % beras kepala/utuh sebesar 2,52 % dan menurunkan menir 6,64 % untuk varietas sintanur.  Untuk varietas Widas dapat meningkatan % beras kepala/utuh sebesar 6,52 % dan menurunkan menir sebesar 9,28 %. Secara ekonomis, penggunaan alat pengabut akan meningkatkan nilai jual beras sebesar 50-200 rupiah/kg. Secara umum penggunaan alat pengabut akan mendorong pemilik penggilingan untuk meningkatkan jangkauan pemasaran beras.