R & P Alsin Sortasi & Pengupas Kulit Ari utk Menghasilkan Bhn Baku Industri Kc Tnh Siap Olah (2002)

Hidayat, Muhammad; Nurhasanah, Ana; Widodo, Puji
Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

Sortasi biji kacang tanah (Wose) merupakan proses penting untuk menentukan proses mutu Wose sesuai dengan standar Nasional Indonesia.  Pensortiran Wose ini  dapat mendukung usaha pengolahan Wose di tingkat petani pengolah untuk berperan sebagai pemasok pada industri makanan olahan kacang tanah.  Untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil maka diperlukan alat mesin sortasi biji kacang tanah.  Alsin Sortasi ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dari 25kg/orang/hari (manual).  Prinsip alsin ini adalah memisahkan kacang wose berdasarkan ukuran(diameter) biji kacang tanah menggunakan prinsip ”spesific gravity separatos” yang memisahkan bahan atas dasar ukuran bahan, gaya gesek antara bahan dengan permukaan alat, sudut kemiringan bidang sortasi, berat bahan serta frekuensi putaran silinder sortasi.  Hasil  sortir adalah membagi klasifikasi wose menjadi 4 (empat) tingkatan mutu yaitu grade 1= 8mm.11=7mm dan grade 111=6mm dan grade IV diameter dibawah 6mm.  Dengan tingkat pensortiran rata-rata sebesar 83,05 % dimana tingkat pensortiran pada lobang pengeluaran pada grade 1,II,III dan IV masing-masing adalah 91,1 % ; 89,7 % ; 80,1 % ; dan 71,3 % .  Biaya operasi dengan alat ini sebesar Rp 22,- /kg, kapasitas 314 kg/jam Biaya pensortiran ini lebih rendah dibandingkan secara manual yaitu Rp240,-kg/jam dengan asumsi upah tenaga kerja Rp 6.000,- /hari kapasitas 25 kg/orang/hari.
Sedangkan pengupasan kulit ari biji kacang tanah merupakan proses untuk mendapatkan biji kacang tanah tanpa kulit ari.  Pengupasan kulit ari ini jika ditangani dengan cara yang tepat akan dapat mendukung pengolahan biji kupas kacang tanah ditingkat petani pengolah wose khususnya untuk bahan baku pengolahan kacang goreng.  Selama ini pengupasan masih dilakukan secara manual, dengan kapasitas 4,2/kg/jam/orang, menimbulkan kejerihan kerja dan menyebabkan butir belah sekitar 35 %.  Prinsip kerja pengupasan adalah gesekan diantara permukaan kacang tanah dengan 2 roll pengupas yang bergerak berlawanan arah sehingga kulit ari lepas setelah terlebih dulu dilakukan pemanasan untuk melonggarkan ikatan kulit ari dan biji(kernel).   Pengupasan kulit ari dilakukan dengan pemanasan awal selama 25 menit pada suhu 45-60 c. Alsin ini dapat meeningkatkan produktivitas menjadi  30 kg/jam dengan biaya operasional Rp 159,-/kg. Efisiensi pengupasan adalah 64 % dengan tingkat biji utuh 46 % biji belah 22 % serta biji tidak terkupas sebesar 32 %.


HIGHLIGHT

Portal PPID BBP Mektan

Informasi Publik

mail Litbang

Zona Integritas

Lelang Pengadaan

POLLING

Darimanakah Anda Mengetahui BBP Mektan ?

F A Q

Q : Apa yang dimaksud dengan Mekanisasi Pertanian?

Q : Mengapa harus menggunakan Mekanisasi Pertanian, Apa tujuannya?

Q : Apa saja Jenis Pengujiannya?

Q : Bagaimana prosedur dan persyaratan pengujian alat dan mesin pertanian

 Selengkapnya...