Minyak Pelumas dan Minyak Sawit yang Ramah Lingkungan (2000)

Herawan, Tjahjono; Guritno, Purboyo; Darnoko
Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Pada saat ini minyak pelumas yang beredar di pasar umumnya disintesa dari produk petrokimia yang menggunakan bahan baku berasal dari turunan minyak bumi. Ketersediaan minyak bumi sangat terbatas dan merupakan sumberdaya alam yang tidak dapal dipbaharui, sehingga harganya akan semakin meningkat. Akibatnya harganya semakin mahal. Minyak pelumas dan minyak nabati telah dikenal sebagai produk yang ramah lingkungan. Pada saat ini di negara- negara Eropa khususnya mulai dikenal minyak pelumas yang disintesis dan minyak calona, rapeseed dan minyak bunga matahari. Puslit Kelapa Sawit mencoba mensintesis bahan baku minyak pelumas dari minyak sawit. Dua jenis pelumas telah berhasil disintesis dan dibuat rancangan prosesnya. Pelumas yang dihasilkan yaitu yang berbahan dasar PG-ester dan TMP-ester mempunyai karakteristik yang mendekati karakteristik pelumas konvensional terutama M-SAE 10, yaitu masing-masing mempunyai viskositas pada 40°C sebesar 24,85 cSt dan 34,95 cSt, viskositas indeks 138,03 dan 195,95 serta flash point 209 dan 198°C. Namun kedua jenis pelumas nabati tersebut mempunyai nilai pour point yang jauh dari nilai pour point pelumas  konvensional, yaitu berkisar antara 8-15°C. Pengembangan produk ini dalam skala industri kecil dapat dilakukan dengan menggunakan sistem batch dengan kapasitas reaktor antara 50- 100 liter per batch. Sistem ini disarankan merupakan satu rangkaian dengan sistem pemroses/ pengolahan kelapa sawit supermini dan proses fraksionasi supermini.


HIGHLIGHT

Portal PPID BBP Mektan

Informasi Publik

mail Litbang

Zona Integritas

Lelang Pengadaan

POLLING

Darimanakah Anda Mengetahui BBP Mektan ?

F A Q

Q : Apa yang dimaksud dengan Mekanisasi Pertanian?

Q : Mengapa harus menggunakan Mekanisasi Pertanian, Apa tujuannya?

Q : Apa saja Jenis Pengujiannya?

Q : Bagaimana prosedur dan persyaratan pengujian alat dan mesin pertanian

 Selengkapnya...