Optimasi Kinerja Bangsal Pengering dan Perontok Kedelai Brangkasan utk Mendukung SUT Kedelai (2000)

Tarstra, I.K; S.A.F, Gatot; Prayitno, Said
Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian

Salah satu kendala dalam memacu peningkatan produksi kedelai melalui program Gema Palagung pada MK-II di lahan sawah dan MH di lahan kering adalah panennya yang jatuh pada musim hujan. Akibatnya sering terjadi penundaan pengeringan kedelai karena cuaca yang tidak menentu dan belum berkembangnya sistem penjualan jasa pengeringan (SIPUJA). Penundaan pengeringan kedelai brangkasan kadar air awal 35% bb (basis basah) selama 4 hari dapat menyebabkan biji rusak sampai 48% akibat busuk dan berjamur. Sementara itu, rata-rata luas pemilikan lahan yang sempit (< 1,0 ha) dengan tata ruang yang terpencar masih menjadi kendala dalam mengembangkan SIPUJA. Karenanya pembukuan lahan-lahan ekstensifikasi kedelai yang teratur mempunyai nilai sangat strategis dalam memacu peningkatan produksi kedelai nasional dimasa mendatang mengingat dengan tata ruang lahan yang teratur memungkinkan pengembangan sentra produksi kedelai secara mekanis menjadi lebih efisien. Salah satu komponen tuknologi yang penting untuk mendukung program mekanisasi sistem produksi kedelai tersebut adalah unit bangsal pengeringan dan perontokan kedelai energi surya dan sekam (BAPES) yang kapasitas pengeringannya 8.4 ton kedelai brangkasan/51 jam (dari kadar air 61% bb menjadi 17% bb). Tersedianya BAPES dapat menambah pendapatan petani atau KUD penjul jasa perontokan disamping mendukung upaya pemenuhan standar mutu biji kedelai (biji rusak < 3%) yang menjamin harga jual yang layak bagi petani dan keberlanjutan pasok bahan baku bagi agroindusiri kedelai. Dari hasil evaluasi kinerja alat pada penelitian tahap pertama (TA. 1999/2000) secara fungsional kinerja bangsal pengering yang direkayasa masih belum optimum. Untuk itu, pada penelitian tahap kedua (TA.2000) dilakukan pioses optimasi kinerja alat. Dengan tambahan luas bangunan bangsal pengering 15*8 m2, kapasitas pengeringan dapat ditingkatkan dari 4.8 ton kedelai brangkasan menjadi 8,4 ton kedelai brangkasan /51 jam. Pada tingkat kapasitas pengeringan tersebut diperoleh biaya pokok pengeringan Rp. 162,31/Kg kedelai brangkasan dan nisbah keuntungan dengan biaya (B/C) 0.25. Kesimpulannya BAPES masih belum cukup layak dioperasikan dalam bentuk sistem penjualan jasa pengeringan.


HIGHLIGHT

Portal PPID BBP Mektan

Informasi Publik

mail Litbang

Zona Integritas

Lelang Pengadaan

POLLING

Darimanakah Anda Mengetahui BBP Mektan ?

F A Q

Q : Apa yang dimaksud dengan Mekanisasi Pertanian?

Q : Mengapa harus menggunakan Mekanisasi Pertanian, Apa tujuannya?

Q : Apa saja Jenis Pengujiannya?

Q : Bagaimana prosedur dan persyaratan pengujian alat dan mesin pertanian

 Selengkapnya...