Penanganan Pasca Panen Kulit Kina Rakyat Sebagai Bahan Baku Industri Farmasi (2000)

Santoso, Joko; Abas, Tadjudin; Wibowo, Sumedi; Harjono
Pusat Penelitian Teh dan Kina

Permintaan kinina dan kinidina dunia tahun 2000 sebesar 400 ton dan 200 ton garam kina atau setara dengan 10.000 ton kulit kina kering. Dalam keadaan normal Zaire dapat menghasilkan sekitar 5000 ton kulit kina kering per tahun sedang negara-negara lain sebesar l.700 ton. Jadi ada peluang produksi sekitar 3.300 ton kulit kina kering per tahun. Peluang tersebut dapat dimanfaatkan oleh Indonesia. Melihat areal yang ada di Perkebunan Negara dan Swasta sekitar 4.900 ha dan Perkebunan Rakyat seluas 5.000 ha ada potensi untuk menghasilkan 3.500 ton kulit kina kering per tahun dengan kadar kina 8%. Namun kenyataannya pada periode tahun 1994/95 Indonesia hanya mampu menghasilkan 1000 ton kulit kina kering dengan kadar kinina 5%. Penanganan pasca panen kina sejauh ini masih bersifat tradisional. Pengelupasan dengan cara pengeprekan (dipukul secara manual) dan pengeringan dengan sinar matahari, kemudian digiling untuk menghasilkan tepung kina ukuran mesh tertentu. Dalam rangka meningkatkan produksi dan mengurangi kehilangan, maka penanganan pasca panennya harus diperbaiki. Waktu pengeringan dipersingkat dengan jalan mencacah dan membuat seragam bentuk partikel bahan olah, sehingga ukuran ruang pengolahan lebih kecil. Tiga unit mesin yang telah dibuat merupakan rangkaian mesin pemroses menuju ke proses selanjutnya yaitu penepungan. Hasil rancang bangun Mesin Pengupas Kulit TA.1999/2000 berfungsi untuk melepaskan kulit kina dari batangnya yang memiliki kapasitas pengupasan 125 kg/jam. Setelah kulit dipisahkan proses selanjutnya adalah pencacahan menggunakan mesin pencacah berpisau dan bersaringan. Kapasitas pencacahan 125 kg/jam dengan hasil relatif seragam. Hasil cacahan kemudian dikeringkan dengan pengering kontinyu yang memiliki kapasitas yang setara. Dengan sistem penukar kalor, panas yang dihasilkan oleh bumer dialirkan untuk mengeringkan kulit kina cacahan yang berada di atas trays. Dua tingkat rangkaian trays yang membawa kulit kina cacahan tersebut bergerak perlahan selama proses pengeringan agar didapatkan kadar air kulit kina yang seragam, kemudian hasil pengeringan ditampung untuk siap diproses lebih lanjut.


HIGHLIGHT

Portal PPID BBP Mektan

Informasi Publik

mail Litbang

Zona Integritas

Lelang Pengadaan

POLLING

Darimanakah Anda Mengetahui BBP Mektan ?

F A Q

Q : Apa yang dimaksud dengan Mekanisasi Pertanian?

Q : Mengapa harus menggunakan Mekanisasi Pertanian, Apa tujuannya?

Q : Apa saja Jenis Pengujiannya?

Q : Bagaimana prosedur dan persyaratan pengujian alat dan mesin pertanian

 Selengkapnya...