Optimasi Penggunaan Alsin Prapanen Pada Lahan Pasang Surut dan Gambut (1998)

Handaka; Harjono; DA.Budiman
Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Serpong

Studi  ini  bertujuan  untuk  menetapkan  pola  mekanisasi pertanian khususnya alsin pengolah tanah dan tanam padi sawah. Penerapan mekanisasi secara optimum ditinjau dari aspek teknis berupa pemilihan  alsin prapanen spesifik lokasi dan dari aspek ekonomis berupa biaya pokok budidaya tanaman. Adapun metode yang digunakan  adalah  survei   lapang  berdasarkan  klasifikasi, tipologi, karaktiresasi tanah,    sifat  fifis tanah dan sistem usahatani. Analisis data dan pemetaan kelayakan mekanisasi prapanen. Pelaksanaannya dilakukan pada tanggal 1 April 1998 - 31  Maret  1999  dengan  mengambil  lokasi  pasang  surut  Sumatra Selatan khususnya di tiga lokasi Sugihan kiri, Delta Saleh dan Delta Telang yang  luasnya 55.000 ha.  Hasil yang didapatkan dengan tergambarnya peta Tipe luapan, ketebalan gambut, kedalaman parit,  kematangan tanah tipologi lahan dan arahan penggunaan  lahan  maka  diperoleh  peta  mekanisasi  prapanen khususnya alat pengolah tanah yang dibagi menjadi tiga kelas menurut ukuran berat dan bajak yang digunakan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa secara optimum alat pengolah   tanah yang digunakan berupa traktor roda dua berukuran besar (>200 kg)  dapat dioperasikan pada kawasan seluas lebih dari 36.000 ha sedangka 11.000 ha harus menggunakan traktor berukuran ringan ( < 100 kg).


HIGHLIGHT

Portal PPID BBP Mektan

Informasi Publik

mail Litbang

Zona Integritas

Lelang Pengadaan

POLLING

Darimanakah Anda Mengetahui BBP Mektan ?

F A Q

Q : Apa yang dimaksud dengan Mekanisasi Pertanian?

Q : Mengapa harus menggunakan Mekanisasi Pertanian, Apa tujuannya?

Q : Apa saja Jenis Pengujiannya?

Q : Bagaimana prosedur dan persyaratan pengujian alat dan mesin pertanian

 Selengkapnya...