Penyemp. Proses Pembuatan Mkn Kering Buah-Buahan (Nangka & Nenas) dg Tek. Penggorengan Vakum (1998)

Sardjono; Suparlan; Budiharti, Uning.
Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

Penyempurnaan proses pembuatan makanan kering buah-buahan (nangka dan nenas) dengan teknologi penggorengan vakum (vacum drying) telah dibuat prototipe dan sudah dilakukan pengujiannya. Pembuatan keripik nangka / nenas yang dihasilkan hasil penggorengan dengan prototipe ini akan memberikan peluang diversifikasi pangan (olahan buah-buahan). Hasil pengujian menunjukkan bahwa proses penggorengan buah nangka dengan kadar air awal 76% bb. Digoreng hingga kadar air akhir 2,75% bb diperlukan waktu 15 menit. Besarnya suhu dan tekanan vakum pada penggorengan buah nangka adalah 80-90 °C dan 649 mmHg. Prosentase penurunan berat buah nangka setelah digoreng adalah 61,55%. Kapasitas mesin adalah 20 kg/jam, rendemen 39 % dengan kebutuhan minyak goreng 40 liter selama 3 hari. Harga alat diperkirakan Rp. 30.000.000,- dan jam kerja mesin 960 jam/tahun, diperoleh biaya pokok operasi Rp. 5.800,-/kg. Karena nilai NPV dan B/C ratio masing-masing adalah Rp. 370.598.550,- dan 2,12, maka alsin penggoreng vakum ini layak digunakan. Rekayasa dan Rancang Bangun Alsin Pengering Benih Hortikultura dengan Teknologi Fluidized Bed Dryer untuk Skala Industri Benih sebagai unsur utama yang menentukan keberhasilan usaha budidaya dibidang hortikultura perlu mendapat perhatian, jika tidak tingkat resiko kegagalan sangat tinggi. Untuk mencukupi kebutuhan akan benih umumnya petani mengandalkan sebagian dari produknya dengan penanganan seadanya, sehingga tidaklah mengherankan jika kualitas produk  sangat rendah. Akibatnya produksi hortikultura Indonesia kalah bersaing di pasar domistik  (BPS, 1995).  Untuk mengantisipasinya  diperlukan  penanganan bibit/benih dalam hal ini pengeringan benih yang cocok dan tepat dengan menggunakan sistem fluidized bed-dryer. Alsin pengering benih hortikultura (cabai) dengan sistem fluidized bed-dryer ini dirancang untuk meningkatkan teknologi prosesing benih hortikultura pada tingkat penangkar, sehingga dihasilkan benih yang baik yaitu mempunyai persentase daya tumbuh yang tinggi serta mempunyai daya simpan yang lama sehingga benih tersebut mempunyai nilai jual yang tinggi dengan teknologi sederhana, serta berkembangnya penangkar benih di tingkat pedesaan sehingga benih dapat tersedia tepat waktu. Dari hasil uji verifikasi dengan kapasitas 2kg cabai merah yang kadar air awalnya 49% dan suhu pengeringan 32,9°C diperoleh hasil laju pengeringan 6,6% / jam, lama pengeringan 6 jam, efisiensi pengeringan 72,5% dan biaya pokok pengeringan Rp. 4.835,-/kb. Kondisi udara luar selama pengujian, suhu rata-rata 31,7°C dan Rh 61,7%.


HIGHLIGHT

Portal PPID BBP Mektan

Informasi Publik

mail Litbang

Zona Integritas

Lelang Pengadaan

POLLING

Darimanakah Anda Mengetahui BBP Mektan ?

F A Q

Q : Apa yang dimaksud dengan Mekanisasi Pertanian?

Q : Mengapa harus menggunakan Mekanisasi Pertanian, Apa tujuannya?

Q : Apa saja Jenis Pengujiannya?

Q : Bagaimana prosedur dan persyaratan pengujian alat dan mesin pertanian

 Selengkapnya...