Temu Konsultasi dan Seminar Hasil Litbang Mekanisasi Pertanian

Dalam rangka membahas arah litbang mekanisasi pertanian untuk mendukung pengembangan komoditas pertanian, Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian telah melaksanakan kegiatan Temu Konsultasi dan Seminar Hasil Litbang Mekanisasi Pertanian yang dilaksanakan pada tanggal 15 Pebruari 2006 di Badan Litbang Pertanian. Maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk mendapatkan informasi dan umpan balik dari  stake holder  yang terkait dengan pengembangan mekanisasi pertanian. Disamping itu diharapkan dapat menjaring masukan tentang potensi dan arah pengembangan mekanisasi pertanian dan sinkronisasi program litbang mekanisasi pertanian.

Temu Konsultasi dan Seminar Hasil Litbang Mekanisasi Pertanian dibuka oleh Kepala Badan Litbang Pertanian dan dihadiri oleh 40 orang peserta, serta dihadiri pula oleh para undangan yaitu dari Dit Jen Komoditas dan Teknis lingkup Departemen Pertanian, B2PTP dan BB Pasca Penen. Pada kesempatan tersebut peserta yang diundang memaparkan permasalahan dan kebutuhan mekanisasi pertanian dalam lingkup tugasnya.

Dari hasil diskusi dirumuskan point-point sebagai berikut:

Agar pengembangan mekanisasi pertanian dapat memberikan dukungan yang optimal, perlu disusun suatu “grand strategy” konsep pembangunan sistem mekanisasi pertanian dengan menempatkan mekanisasi pertanian bukan sebagai tujuan pembangunan pertanian, akan tetapi sebagai alat untuk mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan (sebagai a key of development).

Berbagai macam inovasi teknologi dan paket teknologi mekanisasi pertanian telah cukup banyak  dihasilkan oleh BBP Mektan, Badan Litbang Pertanian, akan tetapi dirasakan dalam pemanfaatan di tingkat pengguna masih kurang. Untuk itu berbagai langkah perlu terus untuk dilakukan diantaranya melalui :

  1. Penelitian partisipatif dengan kerjasama kemitraan melalui “scalling up” teknologi yang sudah dihasilkan.
  2. Advokasi/berkomunikasi dengan DitJen terkait, pemerintah pusat dan daerah untuk mendapatkan umpan balik guna penyempurnaan penelitian/perekayasaan dan perbaikan tata hubungan kerja.
  3. Penerapan mekanisasi pertanian secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek fisik wilayah, perbaikan infrastruktur dan penguatan kelembagaan mekanisasi pendukung, sejalan dengan dinamikan kondisi social-ekonomi-budaya setempat, dan system usaha taninya.
    Model pengembangan mekanisasi selektif, perlu dipertajam dengan model yang lebih progresif dan agresif, sehingga diharapkan dukungan teknologi mekanisasi pertanian dapat bersifat rensponsif terhadap kebutuhan atau permintaan pengguna.
  4. Sebagai langkah awal, dibutuhkan data base alat dan mesin pertanian untuk komoditas tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, peternakan meliputi alsintan yang sudah ada dan prediksi kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang. Berdasarkan data base tersebut, selanjutnya diharapkan dapat segera disusun kebijakan nasional mekanisasi pertanian.

HIGHLIGHT

Portal PPID BBP Mektan

Informasi Publik

mail Litbang

Zona Integritas

Lelang Pengadaan

POLLING

Darimanakah Anda Mengetahui BBP Mektan ?

F A Q

Q : Apa yang dimaksud dengan Mekanisasi Pertanian?

Q : Mengapa harus menggunakan Mekanisasi Pertanian, Apa tujuannya?

Q : Apa saja Jenis Pengujiannya?

Q : Bagaimana prosedur dan persyaratan pengujian alat dan mesin pertanian

 Selengkapnya...