Tingkatkan SDM Petani Muda Millenial melalui Bimtek Pengoperasian, Perawatan dan Troubleshooting Alsintan

Tingkatkan SDM Petani Muda Millenial melalui Bimtek Pengoperasian, Perawatan dan Troubleshooting Alsintan

Sukabumi, 16/07/2021. Perkembangan pertanian di Indonesia yang masih sangat konvensional tampaknya menjadi perhatian pemerintah saat ini. Seiring dengan perkembangan pertanian yang cukup pesat di negara-negara ASEAN, pemerintah berupaya untuk mengejar ketertinggalan sektor pertanian tersebut. Hal ini kelihatan dari program mekanisasi pertanian yang menjangkau sejumlah kegiatan usaha tani utama dalam berapa tahun terakhir. Program mekanisasi yang bertujuan untuk memodernisasi pertanian konvensional telah berdampak pada peningkatan pengadaan alat dan mesin pertanian yang sangat tinggi di seluruh wilayah tanah air. 

Gerakan pembangunan pertanian terpadu dalam mengimplementasikannya untuk target komoditas utama padi agar mampu berswasembada, selain itu terdapat komoditas lainnya yang harus disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat seperti jagung, kedelai, cabai merah, bawang merah, gula dan daging. Untuk itu peningkatan produktivitas dan kualitas komoditas menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi, namun disisi lain perlu ditunjang dengan akselerasi program seperti luas tambah tanam ditambah dengan proses tanam dan panen yang dipersingkat, waktu pengolahan tanah diefisienkan serta biaya produksi yang murah. 

Tidak bisa dipungkiri bahwa petani di Indonesia belum seluruhnya memahami bagaimana teknis menggunakan alat mesin pertanian (alsintan) beserta perawatannya. Optimalisasi alsintan saat ini betul-betul menjadi salah satu prioritas dari pemanfaatan paket teknologi. Hal ini menjadi sangat penting dimana, alsintan membawa peranan yang sangat penting dalam olah, tanam dan panen yang secara signifikan bisa menaikkan indeks pertanaman dari 2 kali dalam setahun menjadi 3 kali dalam setahun. Disisi lain, petani dimudahkan dalam penggunaannya, lebih sederhana, menghemat tenaga dan murah. Yang tak kalah pentingnya produktivitas tanaman juga naik. Sehingga harapan pemerintah agar kesejahteraan petani meningkat adalah sangat wajar jika semakin hari produktivitas meningkat. Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini tengah fokus untuk meningkatan produktivitas dan kualitas komoditas padi jagung kedelai. Perlu akselerasi luas tambah tanam, proses tanam dan panen yang dipersingkat dan waktu pengolahan tanah diefisienkan serta biaya produksi diperingan. 

Bimtek dilaksanakan sebagai usaha untuk mempercepat transfer ilmu sebagai langkah percepatan proses alih teknologi, dan oleh karena itu diperlukan pendampingan oleh penyuluh terhadap petani. Hal ini tidak bisa dipungkiri mengingat petani di Indonesia belum seluruhnya memahami bagaimana teknis menggunakan alat mesin pertanian termasuk cara merawat alat tersebut. Kementan telah menggelontorkan bantuan alsintan kepada petani di Indonesia, oleh karena itu optimalisasi alsintan sangat berperan penting dimana jumlah tenaga pertanian seiap tahun berkurang. Imbasnya kemampuan dan kompetensi petani atau tenaga pertanian harus ditingkatkan agar target program swasembada pangan lekas tercapai. 

Kegiatan bimtek dimaksudkan agar kompetensi SDM petani muda millennial ini meningkat dalam mengoperasionalkan, mampu memelihara dan merawat alsintan serta meningkatan manajerial dalam pengelolaan usaha pelayanan jasa alsintan. Materi bimtek kali ini mengetengahkan pengetahuan kepada petani mengenai pengoperasian, peralatan dan troubleshooting alsintan diantaranya Traktor ringan tipe Capung Besi dan Mesin Pembuat Guludan/RTH Cakar Baja, guna menunjang produksi sektor pertanian di Kabupaten Sukabumi terutama komoditas pertanaman lahan kering seperti Jagung, Kacang Tanah, Kacang Hijau dan Kedelai di wilayah setempat. 

Antusiasme petani muda millenial, penyuluh dan penyelengara UPJA pada Bimtek ini digambarkan dengan semangat mereka untuk mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh melalui pertanyaan-pertanyaan dan praktik langsung dalam mengoperasikan alat dan mesin pertanian diantaranya traktor roda 2 ringan dan alsintan pembuat bedengan yang ada dilokasi pelaksanaan kegiatan. 

Bimtek alsintan ini dihadiri oleh 30 orang petani yang terdiri dari kelompok petani milenial, pengelola UPJA dan penyuluh pertanian di Kabupaten Sukabumi. Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Bimtek Alsintan yang dilaksanakan selama 3 hari, dari 14 – 16 Juli 2021 ini dibatasi maksimal 30 orang peserta, selalu menjaga jarak, mengenakan masker, membersihkan tangan sebelum dan sesudah acara, serta kegiatan dilakukan lebih banyak di ruangan terbuka. (TS)

HIGHLIGHT

Portal PPID BBP Mektan

Informasi Publik

mail Litbang

Zona Integritas

Lelang Pengadaan

POLLING

Darimanakah Anda Mengetahui BBP Mektan ?

F A Q

Q : Apa yang dimaksud dengan Mekanisasi Pertanian?

Q : Mengapa harus menggunakan Mekanisasi Pertanian, Apa tujuannya?

Q : Apa saja Jenis Pengujiannya?

Q : Bagaimana prosedur dan persyaratan pengujian alat dan mesin pertanian

 Selengkapnya...