• Sukamandi, 12/10/2017. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) bulan Desember 2017 siap melaunching teknologi terbaru Mesin Tanam Padi Jarwo Tipe Riding (Riding Transplanter). Teknologi hasil kerekayasaan Tahun 2017 ini merupakan pemutakhiran mesin tanam Padi Jajar Legowo (Jarwo Transplanter)Tipe Walking.

    Teknologi terbaru ini merupakan kerjasama penelitian dan pengembangan antara Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) dengan PT. RUTAN Surabaya.  Untuk mendukung kesiapan teknologi yang akan di launching pada bulan Desember 2017 ini, telah dilakukan pengujian Mesin Tanam Padi Jarwo Tipe Riding (Riding Transplanter) di lahan sawah Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Sukamandi, Subang, Jawa Barat, 9-11 Oktober 2017.

    Hasil uji lapang menunjukkan kapasitas kerja, jarak tanam dan  pengambilan bibit telah sesuai dengan spesifikasi yang telah diharapkan.  Mesin ini juga mempunyai keunggulan dibandingkan tipe walking yaitu mudah dalam pengoperasian dan kapasitas kerja lebih besar sehingga cocok untuk kondisi saat ini dimana mencari SDM pertanian yang semakin langka.

    Launching akan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi bekerjasama dengan BB Padi, pada tanggal 11 Desember 2017, di BB Padi, Sukamandi. (TS)

  • Klaten, 8/11/2017.  Dalam upaya penyempurnaan protototipe Mesin Tanam Padi Jarwo TipeRiding(Riding Transplanter),maka Tim Perekayasa Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian telah melakukan uji lapang ke-2 Riding Transplanter pada kondisi tanah yang berbeda. Lokasi uji lapang yang dipilih kali ini adalah lahan sawah di Desa Karangdukuh, Klaten, Jawa Tengah, pada tanggal 7-8 November 2017. Lokasi ini dipilih karena mempunyai karakteristik tanah yang berbeda dengan lokasi sebelumnya sehingga cocok untuk uji lapang lanjutan mesin Riding Transplanter.

    Prototipe ini telah dilakukan perbaikan dan penyempurnaan pada beberapa komponen. Joko Pitoyo, sebagai  tim penguji menyatakan bahwa “Hasil uji lapang saat ini dibandingkan sebelumnya menunjukkan bahwa Riding Transplanter dapat dioperasikan tanpa kendala , dengan kondisi kedalaman hardplan (lapisan keras tanah) ideal kurang dari 25 cm”. Mesin ini dengan dijalankan pada kecepatan tanam 3,8 km/jam, menghasilkan kapasitas kerja penanaman 0,31 ha/jam, tambahnya.

    Riding Transplanter ini merupakan mesin tanam padi tipe  Jarwo 2:1 dengan jarak tanam 20 cm antar baris dan legowo 49 cm dengan jarak tanam dalam baris rata-rata 11 cm. Penyiapan bibit (nursery), dengan ukuran kotak panjangxlebar : 58x28 cm, diperlukan bibit sebanyak 450 kotak/ha.

    Soft Launching Teknologi ini akan dilakukan pada tanggal 11 Desember 2017 di BB Padi, Sukamandi, bersamaan dengan kegiatan Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi pada tanggal 11 Desember 2017, di BBP Padi, Sukamandi. (SU)