• Bogor, 29 September 2020. Apresiasi Peningkatan Kemampuan Teknis dan Administrasi Pustakawan  dilaksanakan dan dibuka oleh Kepala PUSTAKA, Abdul Basit, serta dihadiri pejabat struktural PUSTAKA dan peserta undangan pejabat fungsional pustakawan Lingkup Kementan yang ada di wilayah Jabodetabek.

    Pada kesempatan ini kepala PUSTAKA menyatakan bahwa setiap fungsional jangan sibuk dengan kinerjanya saja, tetapi harus mengabdi pada insitusi kita sehingga jabatan fungsional itu bukan mengabdi pada jabatan saja. Pejabat fungsional sebaiknya mandiri dalam menyelesaikan kegiatannya. Untuk kedepan pejabat fungsional harus membuat kegiatan mandiri dan tidak harus ada anggarannya. Setiap peraturan jabatan fungsional selalu berubah sehingga sebagai fungsional harus mengikuti perubahan dan selalu updateperaturan – peraturan yang ada.

    Zulkifli, Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementan, mengaharapkan susunan jabatan untuk pejabat fungsional harus berbentuk piramida yang besar di atas, buka seperti saat yaitu piramida mengerucut ke atas.  Hal ini sesuai Pidato Presiden 20 Oktober 2019, yaitu adanya tuntutan penyederhanaan birokrasi yang hanya ada eselon 1 dan 2 saja yaitu pemetaan organisasi dan transformasi jabatan. Sedangkan jabatan fungsional sebagai profesional karena karier.

    Riko Bintari P. dalam penjelasannya juga  mengatakan bahwa kita sebagai pustakawan harus dapat merubah image seorang pustakawan yang multitalenta. Pustakawan bukan penunggu dan pengelola buku saja tetapi dapat melakukan pekerjaan lainnya yang mendukung institusi. Pustakawan juga harus dapat melakukan pengembangan diri karena akan menjadi pribadi yang percaya diri, mengetahui dan menggunakan secara optimal kemampuan diri sendiri dan  orang lain mengetahui kemampuan dirinya. Seorang pustakawan juga dapat mengembangkan diri di lingkungannya, jadi jangan ragu menerima tantangan dari atasan, amati rekan senior dan jangan sungkan untuk belajar dengannya dan manfaatkan kesempatan yang ada

    Materi utama yang dibahas dalam kegiatan  ini adalah bagaimana kiat - kiat mendapatkan Angka Kredit, meliputi : buang paradigm lama (memilih pekerjaan yang AK besar); kegiatan kepustakawanan; perhatikan aturan yang berlaku; angka kredit representasi butir kegiatan; serta pembuatan dokumen asli. (SH)

  • Yogyakarta, 26/09/2018. Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) sebagai instansi pembina pustakawan, bersama Sekretariat Jabatan Fungsional Pustakawan Instansi Kementerian Pertanian (TPJP) menyelenggarakan Apresiasi Peningkatan Kemampuan Teknis dan Administrasi Pustakawan Kementerian Pertanian bertempat di Hotel Arjuna Yogyakarta.

    Baca juga: Temu Teknis Literasi Informasi Mendorong Pustakawan Mendidik Pengguna Menjadi Literate Informasi

    Acara Apresiasi dilaksanakan selama 3 hari, tanggal 26 - 28 September  2018 dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan teknis dan administrasi para pustakawan dan calon pustakawan mengenai butir-butir kegiatan dan pengelolaan laporan kegiatan; mensosialisasikan aplikasi Dupak Online kepada pustakawan, tim penilai dan Sekretariat Tim Penilai Jabatan Pustakawan (TPJP); serta meningkatkan pemahaman, dan kesadaran terhadap perubahan dalam peraturan kepustakawanan.

    Baca juga: Sinergi Pustakawan dengan Pengelola E-Jurnal Badan Litbang Pertanian

    Apresiasi diikuti sebanyak 30 peserta, baik pustakawan maupun calon pustakawan dari berbagai unit kerja maupun unit pelaksana teknis Kementerian Pertanian.

    Acara dibuka oleh Rico Bintari Pertamasari mewakili Plh Kepala PUSTAKA, hadir pula sebagai narasumber dari Biro Organisasi dan kepegawaian Kementan, Nawawi yang membawakan makalah dengan tema “Aspek Kepegawaian DUPAK Pustakawan”, dari PUSTAKA, Eka Kusmayadi tentang penyusunan SKP dan Butir-butir kegiatan pustakawan serta Tim TPJP tentang administrasi DUPAK pustakawan.

    Kegiatan Apresiasi ini akan terus dilakukan setiap tahunnya agar dapat segera terpecahkan permasalahan seputar penyusunan SKP dan DUPAK yang sering terjadi. (SH/Wira)