Introduksi Mekanisasi Pertanian pada Budidaya Padi Sawah

Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten memperkenalkan teknologi penggunaan alat mesin pertanian untuk budidaya padi sawah mulai dari penyiapan bibit, penanaman bibit, penyiangan gulma padi sawah, pemanenan, perontokan, pencacahan jerami dan pengering padi semua nya dengan penerapan teknologi mekanisasi pertanian. Demo percobaan budidaya padi dengan penerapan mekanisasi selektif tersebut dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2006 di Desa Teras, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang. Acara diawali dengan Temu Wicara dengan Nara Sumber, yaitu : Plt. Gubernur Banten, Menteri Pertanian yang diwakili oleh Kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Bupati Serang yang diwakili oleh Asda II, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang serta Kepala BPTP Banten.

Temu Wicara ini diikuti oleh petani se Provinsi Banten sebanyak 250 – 300 orang petani. Acara ini juga dimaksudkan untuk memperkenalkan inovasi teknologi pertanian yang telah dihasilkan disampaikan kepada para steke holders di Kabupaten Serang khususnya dan Provinsi Banten umumnya untuk mendukung kegiatan PRIMATANI di desa Teras. Demo pembibitan padi dengan alat/unit pembibitan padi hemat lahan dimaksudkan untuk mempercepat proses tanam karena cara ini tidak diperlukan lagi lahan sawah untuk pembibitan dan proses pembibitan dapat dikontrol dengan sempurna dari kemungkinan banjir dan serangan hama. Penanaman bibit padi dengan Transplanter , untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja penanaman padi yang telah dialami di beberapa daerah, mesin ini dapat memecahkan masalah kelangkaan kekuranan tenaga kerja penanaman padi dan waktu penyelesaian penanaman padi lebih cepat.

Mesin penanam padi ini mempunyai kapasitas kerja 5-6 jam per hektar tergantung dari pada keterampilan operator, bila dibandingkan dengan cara tanam dengan tenaga manusia secara manual (tandur) untuk menyelesaikan tanam bibit seluas satu hektar diperlukan waktu 48 – 56 jam. Alat penyiang gulma padi sawah (Power weeder) juga diintroduksikan pada kegiatan ini, mesin ini sekali jalan dapat menyiang dua baris tanaman padi mempunyai  kapasitas kerja 12 – 15 jam per hektar, bila dibandingkan dengan cara penyiangan dengan landak (gasrok) diperlukan waktu 48 – 56 jam per hektar. Pemanenan padi dilakukan dengan mesin pemanen padi (Reaper) dan mesin panen padi (Stripper). Para petani sangat tertarik dengan pemanenan padi dengan Reaper  karena panen padi dengan menggunakan mesin ini akan dapat dilaksanakan dengan cepat yaitu dalam satu hektar hanya diperlukan waktu 4 – 5 jam bila dibandingkan cara panen menggunakan sabit bergeriri diperlukan waktu 36 – 42 jam dan cara panen dengan ani-ani diperlukan waktu 90 – 120 jam per hektar. Sedangkan cara panen menggunakan Stripper  petani tidak tertarik untuk menggunakannya karena tidak cocok untuk padi yang telah rebah. Juga diperagakan mesin perontok padi sawah, mesin perontok padi di Serang telah lama diintrokduksikan, tetapi sulit untuk berkembang karena adanya kendala aspek sosial budaya, petani masih senang merontokan padi dengan cara gebot.

Mesin pencacah jerami juga dikenalkan, mesin ini dapat mencacah jerami dengan ukura 2 – 5 cm, hasil cacahan secara langsung dapat untuk makan ternak atau dapat juga jerami setelah dicacah ditambah pupuk urea dan difermentasi, sehingga jerami yang tersisa dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak.  Mesin pengering padi yang telah ada dilokasi bantuan pemerintah (Ditjen PPHP buatan PT. Agrindo) kapasitas 3 ton tidak dimanfaatkan oleh petani karena tidak ekonomis (menggunakan bahan bakar minyak tanah dan hasil gabahnya banyak yang pecah.  BBP Mekanisasi Pertanian dan BB Litbang Tanaman Padi Sukamandi, telah momodifikasi mesin pengering tersebut dangan menggunakan bahan bakar sekam dan hasil uji coba pada kapasitas 2 ton gabah dapat dikeringkan dalam waktu sekitar 12 jam dari kadar air awal 24,23  % menjadi kadar air akhir 14,58 %. (BBPMP/ SN)

HIGHLIGHT

Portal PPID BBP Mektan

Informasi Publik

mail Litbang

Zona Integritas

Lelang Pengadaan

POLLING

Darimanakah Anda Mengetahui BBP Mektan ?

F A Q

Q : Apa yang dimaksud dengan Mekanisasi Pertanian?

Q : Mengapa harus menggunakan Mekanisasi Pertanian, Apa tujuannya?

Q : Apa saja Jenis Pengujiannya?

Q : Bagaimana prosedur dan persyaratan pengujian alat dan mesin pertanian

 Selengkapnya...