Demonstrasi Teknologi Mekanisasi 4.0

Sukoharjo, 30/9/2019. Badan Litbang Pertanian, melalui Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) mendemonstrasikan teknologi mekanisasi 4.0 di Sukoharjo, Jawa Tengah. 

Demonstrasi ini merupakan bagian dari Kunjungan Kerja Menteri Pertanian di wilayah Sukoharjo. Dimana Sukoharjo merupakan salah satu lokasi untuk pencanangan demplot pertanian 4.0 Kementerian Pertanian yang mengimplementasikan teknologi mekanisasi 4.0. 

Baca juga: Mengenal Lebih Dalam Autonomous Traktor

Beberapa karya BBP Mektan, Balitbangtan, Kementerian Pertanian untuk membangun Mekanisasi 4.0 adalah  1). Drone penebar benih padi, 2).Drone penebar pupuk prill, 3) Drone sprayer untuk aplikasi pestisida,  4). Robot Tanam Padi, 5). Autonomous tractor, 6). Mesin panen plus olah tanah yg terintegrasi. Keenam  alsintan tersebut saat ini bisa menjadi solusi petani Indonesia dalam melakukan usahatani moderen.

Kemajuan teknologi dan era pertanian 4.0 menuntut Kementan lebih fokus pada penyiapan SDM yang siap bersaing dan menciptakan SDM profesional di sektor pertanian. Saat ini sudah ada 500.000 petani milenial yang ikut mendorong swasembada pangan meningkat serta bisa export. 

Baca juga: Utilisasi Teknologi UAV (Drone) di Mekanisasi Pertanian

Saat ini pemuda milenial menjadi penentu kemajuan pertanian di masa depan. Estafet petani selanjutnya adalah pada pundak generasi muda, mereka mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian, jelas Amran. 

Peran pemuda milenial ditekankan Mentan, ke depan akan lebih ditingkatkan lagi untuk menciptakan SDM profesional melalui pendidikan dan pelatihan di sektor pertanian.

Membangun pertanian memang amat penting. Terlebih di era revolusi industri yang ke-empat ini atau biasa disebut juga Industri 4.0. Revolusi industri ini ditandai dengan penggunaan mesin-mesin otomatis yang terintegrasi dengan jaringan internet. 

Baca juga: Uji Lapang Robot Tanam Padi

Mentan yang didampingi Bupati Sukoharjo, dan pejabat lainnya, memperkenalkan sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan), di hadapan ratusan petani perwakilan dari Solo Raya, melihat secara langsung demonstrasi teknologi seperti traktor perahu,drone penebar benih maupun penyemprot pestisida, autonomous tractor serta mesin panen dan olah tanah terintegrasi, di area persawahan tersebut. 

Dengan memanfaatkan teknologi, kita bisa persingkat menjadi hanya 2-3 jam saja, dimana dulunya panen butuh waktu 2-3 bulan, tambah Amran. Pasalnya, “Jika masih menggunakan cara manual, maka mustahil bisa mencukupi kebutuhan penduduk yang terus bertambah tanpa teknologi,” imbuhnya. 

Penerapan pertanian 4.0 harus diiringi kesiapan sumber daya manusia dan perubahan paradigma berfikir untuk terus maju membangun sektor pertanian sebagai penggerak perokonomian rakyat, dan tulang punggung ekonomi masyarakat Indonesia. (SU)


HIGHLIGHT

Portal PPID BBP Mektan

Informasi Publik

mail Litbang

Zona Integritas

Lelang Pengadaan

POLLING

Darimanakah Anda Mengetahui BBP Mektan ?

F A Q

Q : Apa yang dimaksud dengan Mekanisasi Pertanian?

Q : Mengapa harus menggunakan Mekanisasi Pertanian, Apa tujuannya?

Q : Apa saja Jenis Pengujiannya?

Q : Bagaimana prosedur dan persyaratan pengujian alat dan mesin pertanian

 Selengkapnya...