Mekanisasi Modern untuk Swasembada Pangan di Jawa Timur

Kediri, 9/10/2019. Ungkapan Menteri Pertanian “Kita tidak akan bisa bersaing dengan negara lain tanpa pertanian modern” ungkapan yang menjadi semangat tersendiri bagi Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) untuk terus menghasilkan inovasi-inovasi baru di bidang pertanian dalam mendukung program Kementerian Pertanian mencapai cita-cita Indonesia Menjadi Lumbung Pangan Dunia 2045. Inovasi teknologi mekanisasi pertanian dari hulu hingga hilir mutlak diperlukan.

Autonomous Tractor, Traktor Lahan Rawa, Robot Tanam Padi, Drone Sebar Benih dan Penebar Pupuk Granule, Drone Penyemprot Pestisida, Mesin Panen dan Olah Tanah Terintergasi, itu semua hanya sebagian kecil dari puluhan bahkan ratusan inovasi unggulan Balitbangtan untuk mendukung pencapaian target yang ada.

Baca juga: BBP Mektan Jalin Kerjasama Mekanisasi Pertanian dengan PT. Yanmar

Gaung Mekanisasi Pertanian Modern terus menggema ke seluruh pelosok nusantara, seiring dengan kunjungan Menteri Pertanian (Mentan) ke Desa Jabon, Kabupaten Kediri – Jawa Timur gaung ini pun kembali diperdengarkan. Pada sambutannya Mentan mengatakan “Sistem pertanian modern ini dinilai sangat membantu dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Pasalnya sistem modernisasi pertanian dinilai bisa menghemat waktu dan biaya bagi para petani. Sistem pertanian modern ini menargetkan adanya peningkatan produksi dan produktivitas hasil pertanian, selama ini pemerintah sudah berupaya melakukan transformasi pertanian tradisional ke pertanian modern. Menurutnya banyak manfaat dalam sistem modernisasi tersebut. “Dengan sistem modernisasi, jika kita hitung mulai tanam, olah, panen kita hanya butuh 2 bulan. Saat panen kalau menggunakan alat hanya butuh waktu 3-5 jam bisa selesai satu hektar. Jadi kita bisa memangkas waktu sampai 90 persen dan biaya bisa kita tekan sampai 50 persen lebih,” ucapnya.

Kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian pada kesempatan tersebut mengatakan “Secara spesifik ketahanan baterai drone yang diciptakan mampu beroperasi selama 20 menit. Kapasitas angkutnya 6 kilogram hingga 15 kilogram benih padi. “Drone ini memberikan efisiensi biaya sekitar 75 persen dan efisiensi waktu 75 persen dibanding alat mesin tanam benih langsung,” jelasnya. Selain itu, tambahnya, pemerintah berhasil mengembangkan drone penebar pupuk pril dan drone sprayer untuk aplikasi pestisida. Kedua alat ini memberikan efisiensi 75 persen dibanding alat biasa.

Baca juga: BBP Mektan Siap Kembangkan Teknologi Mekanisasi 4.0

Ada pula robot tanam padi yang bisa difungsikan untuk menanam dengan komunikasi internet of things (IoT) melalui sarana GPS. “Di samping itu, kami memiliki autonomous tractor roda empat tanpa awak yang juga dikendalikan oleh sistem navigasi berbasis IoT. Ada juga traktor perahu sebagai alat pengolah tanah dengan konsep traktor roda dua,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kediri Haryanti Sutrisno menyampaikan bahwa Kabupaten Kediri merupakan wilayah pertanian. Sebagian besar warganya menggantungkan hidup di sektor tersebut. Karena itu, pembangunannya harus selalu berbasis pertanian. “Ini bahkan sudah menjadi visi pembangunan Kabupaten Kediri,” ungkap bupati perempuan pertama di Kabupaten Kediri ini. Visi dimaksud adalah ‘Terwujudnya Ketahanan Pangan bagi Masyarakat Kabupaten Kediri yang Religius, Cerdas, Sehat, Sejahtera, Kreatif, dan Berkeadilan, yang didukung oleh Aparatur Pemerintah yang Profesional”

Untuk itu kedepan, pertanian harus berbasis teknologi agar bisa maju. Selain bisa jauh lebih efisien, teknologi juga bisa mengatasi persoalan lahan yang akan semakin berkurang. “Lahan pertanian yang cenderung berkurang setiap tahun karena pertumbuhan penduduk bisa ‘dikonversi’ oleh kecanggihan teknologi pertanian seperti ini,” tandasnya. (TS)


HIGHLIGHT

Portal PPID BBP Mektan

Informasi Publik

mail Litbang

Zona Integritas

Lelang Pengadaan

POLLING

Darimanakah Anda Mengetahui BBP Mektan ?

F A Q

Q : Apa yang dimaksud dengan Mekanisasi Pertanian?

Q : Mengapa harus menggunakan Mekanisasi Pertanian, Apa tujuannya?

Q : Apa saja Jenis Pengujiannya?

Q : Bagaimana prosedur dan persyaratan pengujian alat dan mesin pertanian

 Selengkapnya...