BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Kurangi Penyimpangan Dengan Memahami Pengelolaan Gratifikasi

Kurangi Penyimpangan  Dengan Memahami Pengelolaan Gratifikasi

Surabaya, 26/11/2018. Bertempat di Hotel Ibis Styles Hotels, Surabaya, Badan Litbang Pertanian Pertanian mengadakan pembinaan maturitas Sistem Pengendalian Intern (SPI) dan Bimtek Pengelolaan Gratifikasi, pada tanggal 27-28 Nopember 2018. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari pejabat/ anggota Tim Satlak PI dan Sub UPG dari masing-masing unit kerja lingkup Badan Litbang Pertanian termasuk dari Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan), Serpong.

Baca juga: Estimasi Kebutuhan Air Tanaman dalam Greenhouse Tropis: Pendekatan Evapotranspirasi dan Iklim Mikro

Tujuan diadakannya SPI  adalah untuk mewujudkannya sistem pengendalian; melaksanakan kegiatan yang efisien dan efektif;  mempunyai kehandalan dalam penyusunan laporan keuangan;  pengamanan aset, serta ketaatan dalam perundang-undangan.

Adapun tolak ukur keberhasilan implementasi SPI meliputi : menurunnya tingkat penyimpangan dan kerugian Negara; meningkatnya akuntabilitas kinerja;  meningkatnya manajemen satker, aset, dan keuangan; berubahnya laporan BPK disclaimer menjadi WTP; serta meningkatnya jumlah unit wilayah bebas korupsi.

Baca juga: Kurangi Penyimpangan Dengan Memahami Pengelolaan Gratifikasi

Salah satu bagian pengendalian yang diterapkan di dalam SPI adalah pengendalian untuk mengurangi penyimpangan penggunaan jabatan.  Jabatan seringkali digunakan untuk memperoleh hal-hal yang seharusnya tidak diperkenankan (gratifikasi) karena telah diatur oleh undang-undang

Pada acara pembukaan Chendy Tafakresnanto, Kepala BPTP Jatim yang mewakili Sekretaris Badan Litbang Pertanian menyampaikan bahwa “pelaporan gratifikasi lingkup Balitbangtan dicermati kurang berjalan dengan baik dan belum maksimal, karena beberapa UK/UPT hanya melaporkan kondisi “NIHIL” atau tidak ada laporan penerimaan gratifikasi dari pegawai.  Balitbangtan dengan kualitas SDM yang unggul dan mempunyai kompetensi di berbagai bidang seharusnya memiliki peluang yang sangat besar dalam pelaporan penerimaan gratifikasi.  Hal ini menandakan, kesadaran bahwa gratifikasi perlu dilaporkan masih belum diterima dan dipahami dengan baik oleh seluruh pegawai” tambahnya.

Baca juga: Jika Bekerja Dengan Baik Dan Benar Maka Kita Tidak Akan Berhubungan Dengan Pelanggaran Hukum Ataupun GRATIFIKASI

Dengan diselenggarakannya bimbingan teknis pengelolaan gratifikasi ini, diharapkan pengelola dapat memahami dan menyadari akan arti pentingnya tertib dalam pelaporan gratifikasi sesuai dengan aturan yang berlaku, serta dapat menumbuhkembangkan kesadaran pengelolaan gratifikasi pada UK/UPT lingkup Balitbangtan. (SU)