Kepemimpinan Kuat Dukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan

Kepemimpinan Kuat Dukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan (Foto: Tri Saksono)

Ciawi, 08/12/2020. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menghadiri penutupan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II, Angkatan XVII, Tahun 2020 di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian, Ciawi. Mentan SYL menyampaikan bahwa aparatur sipil negara harus memiliki kompetensi leadership yang mumpuni dan wajib menjadi role-model perubahan yang dibutuhkan dalam pembangunan perkonomian, khususnya pembangunan pertanian berkelanjutan.

"Berfikir cerdas, tepat, dan bertindak secara responsif, dan inovatif menjadi motor penggerak perubahan. Ini yang dibutuhkan negara dari aparat yang memiliki leadership dalam membangun perekonomian." terang Mentan Syahrul.

Lebih lanjut Mentan menyebutkan di dalam mengawal pembangunan pertanian dibutuhkan aparatur yang dapat membangun sinergi yang baik di lingkungan internal dan eksternal. "Dengan karakter kepemimpinan yang terbuka dan kemampuan mengelola keragaman di lingkungan organisasi dan masyarakat, ini menjadi modal aparatur merangkul seluruh pihak" jelasnya.

Mentan Syahrul juga mengingatkan agar membangun keterpaduan pusat dan daerah, serta dukungan lintas kementerian/lembaga untuk memastikan kebutuhan pokok ketersediaan pangan bagi sekitar 270 juta penduduk Indonesia.

Kepada para aparatur Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II, Angkatan XVII kembali, Mentan mengingatkan agar dapat menjaga amanah yang diembannya. "Menjaga kepercayaan dan amanah menjadi penting, caranya dengan kerja keras, dan integritas harus dijaga. Dimulai dari karakter etos kerja." imbuhnya. PKN yang mengusung tema “Membangun Pembangunan Berkelanjutan Mendukung Daya Saing Produk Pertanian” tersebut diharapkan menjadi penopang dari sumber daya manusia guna pertumbuhan ekonomi kedepannya.

Sementara itu, Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi LAN-RI, Basseng, menyebutkan pertumbuhan ekonomi merupakan instrumen yang digunakan setiap negara dalam berkompetisi untuk tampil sebagai negara yang maju.

Menurut Basseng, kini pemerintah telah menetapkan pembangunan jangka menengah, dengan memperhatikan tiga poin sumber pertumbuhan ekonomi, yakni sumber pertumbuhan dari sektor primer, sekunder dan tersier.

Setali tiga uang dengan pernyataan tersebut Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menyatakan kebanggan dan antusiasmenya, “Project Perubahan (Proper) yang berasal dari Kawan-kawan Badan Litbang ini memang yang kita butuhkan dalam rangka akselerasi, peningkatan dan implementasi hasil inovasi Balitbangtan Kementerian Pertanian untuk pembangunan pertanian Indonesia yang Maju, Mandiri, Modern. Selamat kepada para peserta, Bravo Badan Litbang Pertanian”, Pungkasnya.

Salah satu dari proper tersebut adalah Alsintanlink (Proper Kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian) yang merupakan aplikasi berbasis android Mendukung Sinergitas Pengelolaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dan Pelayanan Laboratotium Uji Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). (ARS/TS)

HIGHLIGHT

Portal PPID BBP Mektan

Informasi Publik

mail Litbang

Zona Integritas

Lelang Pengadaan

POLLING

Darimanakah Anda Mengetahui BBP Mektan ?

F A Q

Q : Apa yang dimaksud dengan Mekanisasi Pertanian?

Q : Mengapa harus menggunakan Mekanisasi Pertanian, Apa tujuannya?

Q : Apa saja Jenis Pengujiannya?

Q : Bagaimana prosedur dan persyaratan pengujian alat dan mesin pertanian

 Selengkapnya...