BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Kementan wujudkan pertanian korporasi modern di Kab. Karawang

Kementan wujudkan pertanian korporasi modern di Kab. Karawang

Kemiri,27/03/2019. Termaktub dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 18 Tahun 2018 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani. Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani merupakan acuan perencana dan mengambil kebijakan dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi. Hal ini didukung oleh pernyataan Mentan, bahwa "Konsep pengembangan korporasi petani diharapkan dapat mengubah pola kerja petani agar lebih maju dan modern, korporasi petani dibentuk dari kelompok tani, gabungan kelompok tani hingga kelompok petani besar atau koperasi petani yang nantinya akan mendapat kepemilikan saham bersama dengan BUMN.” Andi Amran Sulaiman (15/9/2017)

Baca juga: Tingkatan Kinerja UPJA Dengan Penerapan Pertanian Modern

Kementan mendorong korporasi petani sebagai model kelembagaan kerja sama ekonomi sekelompok petani dengan orientasi agribisnis melalui konsolidasi lahan menjadi satu hamparan, tetapi dengan tetap menjamin kepemilikan lahan masing-masing petani. Dengan korporasi petani, pengelolaan sumber daya bisa lebih optimal karena dilakukan secara lebih terintegrasi, konsisten, dan berkelanjutan sehingga terbentuk usaha yang lebih efisien, efektif dan memiliki standar mutu tinggi mendorong pertumbuhan ekonomi di pedesaan.

Kabupaten Karawang menjadi salah satu wilayah pengembangan kawasan pertanian korporasi oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dari sekian banyak lokasi lainnya di Indonesia, hal ini bukan tidak tanpa alasan, Kabupaten Karawang dapat dikatakan bisa mempresentasikan kawasan pengembangan padi dataran rendah, yang notabene pertanaman padi di Indonesia berada diwilayah tersebut. Kegiatan denfarm ini merupakan gagasan Kementan melalui Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) bekerja sama dengan pemerintah Kab. Karawang dan Taipei Economic and Trade Office (TETO) Taiwan. Pada arahannya Bupati Kabupaten Karawang memberikan apresiasi positif dan menyambut baik kegiatan ini “terima kasih atas nama warga Kabupaten Karawang, pemerintah Kabupaten Karawang siap membantu penuh kegiatan ini” ujar Cellica Nurrachadiana.

Baca juga: Mentan Bangun Kawasan Sains Pertanian Modern Di Serpong

1000 ha lahan pertanian produktif di Kabupaten Karawang disulap menjadi lokasi Denfarm Pertanian Korporasi, dengan menggunakan inovasi teknologi hasil penelitian dan pengembangan Badan Litbang Pertanian diharapkan dapat memberikan solusi dalam penyiapan sarana produksi yang dibutuhkan petani dalam pengembangan denfarm ini. Pengembangan kawasan ini pun bukan tanpa kendala, bukan menjadi rahasia lagi, jika saat ini sumber daya manusia pertanian masih sangat minim, inovasi teknologi mekanisasi pertanian menjadi jawaban untuk hal ini, penerapan alat dan mesin pertanian dapat memberikan solusi terbaik untuk meningkatkan produktivitas dan effisiensi usaha taninya.
Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) Serpong, berkontribusi aktif dalam pengembangan Denfarm ini, penggunaan Mesin Tanam Padi Sawah Jajar Legowo (Jawo Transplanter) dinilai sangat mambantu dalam proses pertanamannya. “mesin tanam ini sangat membantu pak, ga banyak pake orang pas nanemnya, trus operasionalnya juga mudah, tapi persiapan benihnya juga harus bener” ujar komaruddin yang merupakan salah satu petani yang terlibat dalam pengembangan denfarm ini. (TS)