BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

B100 Bahan Bakar Masa Depan Alat Mesin Pertanian

B100 Bahan Bakar Masa Depan Alat Mesin Pertanian

Jakarta, 15/04/2017. Penelitian dan pengembangan bahan bakar biodiesel di Indonesia beberapa tahun ini mengalami perkembangan dan penyempurnaan yang sangat membanggakan, sejak diperkenalkannya biodiesel B40 sampai dengan B80 beberapa tahun lalu. Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) terus melakukan penelitian dan pengembangan guna menyempurnakan komposisi kandungan biodieselnya. 

Baca juga: Limbah Pertanian (Tongkol Jagung) Sebagai Bahan Bakar Mesin Pengering

B100 menjadi jawaban dalam upaya mengurangi penggunaan bahan bakar fossil sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani sawit Indonesia. Ditengah terpaan isu yang menyulitkan posisi tawar kelapa sawit Indonesia di pasar Internasional, Menteri Pertanian mengungkapkan kekecewaan atas sikap tersebut sekaligus optimis dengan capaian yang ada saat ini, dalam arahannya Mentan mengatakan “Ini perintah Presiden agar Biodiesel B100 segera diluncurkan, untuk menjawab tantangan yang diarahkan ke negara kita oleh Negara Eropa, kita hasilkan sendiri, kita olah sendiri dan kita pergunakan sendiri hasil perkebunan kelapa sawit kita untuk meningkatkan kesejahteraan petani”. 

Pada kesempatan lain Kepala Badan Litbang Pertanian mengatakan “sejak tahun 2009 lalu, Badan Litbang Pertanian untuk menghasilkan bahan bakar nabat.     21 komoditas penghasil minyak nabati telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian selama ini, diantaranya dari buah Jarak Pagar, Kemiri Sunan, Kelapa Sawit dan banyak lagi, dengan 3 Paten terkait penelitian bahan bakar nabati ini”. 

Baca juga: Rekayasa Tungku Terkendali dengan Mikrokontroller Berbasis PLC untuk Mesin Sangrai Biji Kopi dan Kakao Guna Meningkatkan Efisiensi Penggunaan Bahan Bakar 30% dan Mengurangi Emisi Gas CO2 ≥ 30%

Pemafaatan biodiesel B100 untuk alat dan mesin pertanian melalui pengujian pendahuluan menunjukan hasil yang sangat baik, namun masih perlu kajian lanjutan untuk mengetahui dampak terhadap alat dan mesin pertanian yang menggunakan bahan bakar ini. Penggunaan biodiesel B100 selain ramah lingkungan dengan berkurangnya emisi gas buang dan efisiensi penggunaan bahan bakar yang cukup signifikan,  tidak salah jika Mentan mengungkapkan “kedepan alat dan mesin pertanian menggunakan biodiesel B100, beliau mengharapkan melalui jajaran di Kementerian Pertanian untuk terus menghimbau penggunaan biodiesel B100 dan perusahaan produsen alat dan mesin pertanian dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan ini”. 

Baca juga: Modifikasi Tungku Pemanas Berbahan Bakar Tongkol Jagung Untuk Mesin Pengering Kapasitas 5 Ton Dapat Menghemat Sampai dengan 50 % BBM

Semoga revitalisasi yang ditempuh oleh Mentan sekarang ini menjadi program yang berkesinambungan ditahun yang akan datang. (TS)