BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan Provinsi Banten

Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan Provinsi Banten

Serang, 04/04/2018. DIrektorat Jenderal Prasarana dan Sarana (Ditjen PSP) dan Badan Penyuluhan dan SDM Pertanian (BBSDMP) melalui Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) melakukan monitoring dan evaluasi optimalisasi pemanfaatan alsintan di Provinsi Banten. Monitoring dan evaluasi pemanfaatan alat mesin pertanian (Alsintan) dikhususkan terhadap 113.515 unit traktor roda dua dan 6.280 roda empat, serta 17.684 mesin panen (combine harvester) di 13 provinsi, yang dihibahkan Kementerian Pertanian kepada para petani pada 2016 dan 2017. 

Baca juga : Teknologi Alsintan dukung Modernisasi Pertanian Largo Super

Lima kabupaten/kota di Provinsi Banten menjadi wilayah kerja monitoring dan evaluasi optimalisasi alat dan mesin pertanian, adapun BBP Mektan mendapatkan lokasi diantaranya: Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang dan Kota Serang serta Kota Tangerang. Jumlah sebaran alsin di wilayah Provinsi Banten mengalami peningkatan yang sangat signifikan hingga pemanfaatan alsintan tersebut perlu mendapatkan perhatian yang sangat serius untuk pemanfaatan dan optimalisasinya.

Baca juga : Training Inkubasi Bisnis Mempercepat Adopsi Teknologi Alsintan Bagi Kelompok Tani/Upja

Sebanyak 2.388-unit Traktor Roda 2, 71-unit Traktor Roda 4 dan 216-unit Mesin Panen Padi (Combine Harvester) tersebar di 5 wilayah Provinsi Banten dengan target capaian optimalisasi pengolahan lahan dan panen mencapi 26.025 ha, mendapatkan perhatian serius dari Kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisasi pertanian Andi Nur Alam Syah.

Baca juga : Pastikan Optimalisasi Bantuan Alsintan di Provinsi Banten melalui Monitoring dan Evaluasi

Dalam arahannya Kepala BBP Mektan, Andi Nur Alam Syah menginstruksikan agar seluruh tim yang terlibat dalam kegiatan ini untuk mengecek satu-persatu alsintan, apakah masih ada? Kalau ada, masih layak atau tidak? Setiap alsintan diidentifikasi pemanfaatannya, misal untuk TR2 dalam sehari dapat bekerja berapa luas? Setengah hektar atau lebih, begitu pula hari kerjanya dalam setahun. Beliau menambahkan arahan Menteri Pertanian untuk Optimalisasi Alsintan diwajibkan sudah dapat dimanfaatkan dengan baik dalam 300 hari kerja.

Baca juga :Panen Padi Dengan Alsintan di Desa Oo Parese, Provinsi Sulawesi Tengah

Selama satu bulan pelaksanaannya optimalisasi alsintan yang dilakukan di Provinsi Banten ini telah mencapai target yang cukup memuaskan, yaitu sekitar 80%  dari target capaian optimalisasi alsintan. Harapan ke depan kegiatan ini dapat berjalan lancer serta pemanfaatan dan optimalisasi alsintan khususnya di Provinsi Banten dapat terlaksana dengan baik.  (TS)