BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

UPJA Smart Mobile Bantu Optimalkan Pemanfaatan Alsintan di Tingkat Pedesaan

UPJA Smart Mobile Bantu Optimalkan Pemanfaatan Alsintan di Tingkat Pedesaan

Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) sebagai lembaga ekonomi pedesaan di bawah Gapoktan saat ini masih sangat relevan sebagai lembaga yang mengkoordinasikan kegiatan alsintan di lapangan. Namun demikian banyak kendala yang dihadapi UPJA saat ini diantaranya rendahnya kepemilikan lahan, kurangnya pendidikan dan keterampilan operator alsintan, kurang modal, serta belum efisien pengelolaan usaha tani.  

Belum optimalnya pemanfaatan tersebut bisa dilihat pada pengelolaan alsintan oleh poktan/gapoktan belum seluruhnya melalui UPJA dan cenderung pemanfaatan alsintan secara individu. Pengelolaan pemanfaatan alsintan dengan konsep brigade belum dilaksanakan sepenuhnya baik oleh Dinas Pertanian, Unit kerja Korem/Kodim maupun oleh UPJA dimana pemanfaatan alsintan belum menggerakkan semua alsintan di masing-masing wilayah secara serempak.  

Baca juga: Tingkatan Kinerja UPJA Dengan Penerapan Pertanian Modern

Guna mengatasi kendala yang dihadapi UPJA, saat ini hadir aplikasi UPJA Smart Mobile hasil inovasi Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan), yang telah dilaunching akhir tahun 2018 yang lalu. Aplikasi berbasis android ini dapat gunakan untuk membantu mengoptimalkan pemanfaatan alsintan di tingkat pedesaan. 

UPJA Smart Mobile adalah aplikasi android yang digunakan untuk melakukan usaha jasa pengolahan tanah, jasa irigasi, jasa penanaman padi, jasa panen padi, jasa penggilingan padi, jasa jual benih, jasa jual gabah, jasa pelatihan untuk operator alsintan, perawatan dan perbaikan alsintan, serta jasa penjualan suku cadang alsintan. 

Baca juga: UPJA Meningkatkan Efektifitas dan Efisiensi Usahatani

Kegunaan utama aplikasi UPJA Smart Mobile ini adalah meningkatkan efisiensi jasa penyewaan alsintan di UPJA melalui proses penyewaan dengan cepat, memberikan informasi harga sewa, spesifikasi alsintan, jasa penggilingan padi, jual benih, jasa pelatihan, jual spare part.

Selain itu Keunggulan aplikasi UPJA berbasis android ini memudahkan pelanggan mendapat informasi yang lengkap mengenai alsintan dan tidak perlu datang ke tempat pengelola UPJA. Kemudahan lainnya pelanggan mendapatkan informasi harga yang jelas dalam aplikasi UPJA Smart Mobile ini.

Baca juga: Berkunjung ke BBP Mektan untuk menambah wawasan bagi petugas Pembina UPJA Propinsi Jawa Tengah.

Untuk mendapatkan aplikasi UPJA Smart Mobile ini caranya sangat mudah karena aplikasi ini sudah tersedia pada google playstore atau dapat mengakses link https://play.google.com/store/apps/details?id=id.upja.application.

Aplikasi UPJA Smart Mobile saat ini masih dalam proses uji coba dan akan diterapkan pada beberapa lokasi th 2019 ini. Selanjutnya aplikasi akan selalu dilakukan Pembaharuan System,
dan Tampilan disempurnakan untuk membantu UPJA dalam mengoptimalkan pemanfaatan alsintan. (Wira)

Kemudahan Menggunakan Aplikasi SAPA Mektan

Kemudahan Menggunakan Aplikasi SAPA Mektan

Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) baru saja melaunching aplikasi pelayanan pengujian alat dan mesin pertanian (alsintan) berbasis android pada akhir tahun 2018 yang lalu. Aplikasi ini diberi nama SAPA Mektan.

SAPA Mektan adalah aplikasi pelayanan pengujian alat mesin pertanian berbasis android yang digunakan untuk memberikan kemudahan layanan administrasi pengujian alat dan mesin pertanian di BBP Mektan. Aplikasi ini juga akan mempermudah pelanggan pengujian alsintan untuk mendapatkan informasi tentang prosedur layanan pengujian dan melakukan permohonan pengujian secara online.

Baca juga: Launching Inovasi teknologi Mekanisasi Pertanian Modern Mendukung Revolusi Industri 4.0

Selain itu, dengan SAPA Mektan akan mempercepat pemohon uji untuk mengajukan permohonan uji, dan pemohon uji juga dapat memonitor setiap progress dari setiap tahapan pengujian.

Permohonan pengujian alsintan yang dapat dilayanani oleh BBP Mektan melalui aplikasi SAPA Mektan ini meliputi : pengujian traktor roda 2 dan traktor roda 4, pengujian pompa irigasi, pengujian alsintan panen, pasca panen dan pengolahan hasil dan pengujian sprayer.

Baca juga: Tingkatan Kinerja UPJA Dengan Penerapan Pertanian Modern

Untuk mendapatkan aplikasi pelayanan pengujian atau SAPA Mektan ini caranya sangat mudah karena aplikasi ini sudah tersedia di google playstore. Jika kesulitan anda dapat mengakses melalu link berikut https://play.google.com/store/apps/details?id=bpp.penguji.lab.alsintan

Berikut beberapa kemudahan yang bisa didapat dari permohonan pengujian alsintan menggunakan aplikasi SAPA Mektan:

1.Mempercepat Proses Pengajuan Pengujian Alsintan

Dengan menggunakan aplikasi SAPA Mektan ini dapat meningkatkan perfoma proses pengajuan pengujian alsintan karena sistem ini sudah terkomputerisasi. 

2.Dokumen Terkomputerisasi 

Ketika mengajukan permohonan pengujian alsintan maka diwajibkan melampirkan data dan mengirimkan ke sistem sehingga mempermudah penyimpanan dan pengambilan dokumen serta kelengkapan pengujian.

3.Dapat Membuat Pengajuan Dimana Saja 

Satu hal yang pasti dengan menggunakan aplikasi SAPA Mektan adalah bisa membuat pengajuan pengujian alsintan dimana saja dan dapat dilakukan secara online tanpa antri.

4.Pemberitahuan Progress Pengajuan 

Salah satu kemudahan lain yang hadir dalam aplikasi SAPA Mektan adalah ketersediaan notifikasi atau Pemberitahuan progress pengajuan pengujian secara online baik melalui web maupun android. Sehingga dengan kemudahan ini pemohon uji dapat memantau progres pengajuan pengujian sudah sampai tahap mana.

Baca juga: Tingkatkan Kinerja Unit Kerja dengan Penerapan Aplikasi e-KP

Untuk kemudahan dalam menemukan tarif pengujian alsintan, pemohon uji bisa lihat dalam aplikasi SAPA Mektan dengan menu tarif PNBP. Standar biaya belayanan pengujian alat dan mesin pertanian ini sesuai PP RI, No : 35 Tahun 2016, tentang Tarif PNBP yang berlaku di Kementerian Pertanian. 

Aplikasi SAPA Mektan saat ini masih dalam proses uji coba dan akan segera diterapkan tahun 2019 ini. Selanjutnya aplikasi akan selalu disempurnakan untuk meningkatkan kinerja layanan khususnya layanan pengujian alsintan di BBP Mektan. (Wira)

Uji Kinerja Mesin Tanam Biji Jagung Tipe Pneumatic 

Uji Kinerja Mesin Tanam Biji Jagung Tipe Pneumatic 

Carita, 14/11/2018. Kebutuhan jagung di Indonesia selalu meningkat terutama untuk sumber pakan. Untuk mengatasi kebutuhan tersebut agroindustri produksi jagung perlu dilakukan melalui ekstensifikasi lahan serta intensifikasi sarana produksi, termasuk penggunaan alsintan.

Baca juga: Tingkatkan Kinerja Prototipe Mesin Rota Tanam dengan Uji Lapang

Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian dalam rangka mendukung program Kementan dalam swasembada jagung, telah mengembangkan mesin tanam biji jagung tipe pneumatic. Mesin ini berfungsi selain menanam juga sekaligus proses pemupukan, sehinggga bisa menghemat waktu proses pemupukan.

Baca juga: Pengembangan Mesin Tanam dan Pemupukan Untuk Benih Kedelai dan Jagung (2000)

Prototipe ini terdiri dari 4 (empat) rows penanam dan pemupuk,  jarak tanam adjustable 20-30 cm, dengan system penanaman pneumatic seeder. Kelebihan dari system pneumatic adalah dalam pengaturan jarak tanam biji dalam baris dilakukan dengan mekanisme pneumatic (hisab), sehingga dapat mengurai missing hill. Jumlah benih per lubang satu buah, sehingga kebutuhan benih per hektar dapat berkurang sampai dengan 50%, dibandingkan dengan sistem metering device mekanis.

Baca juga: Pengembangan Mesin Tanam Jagung, Kedele, Padi Skala Besar (1998)

Uji kinerja prototipe kali ini merupakan yang ketiga kalinya, yang sebelumnya telah dilakukan di TSEP BBP Mektan dan di Desa Manis Renggo, Kec, Prambanan, Klaten, Jateng.

Hasil uji kinerja yang dilaksanakan pada tanggal 14-15 November 2018 di Carita, Banten, menunjukkan hasil uji bahwa alsin dapat berfungsi dengan baik dan tidak mengalami kerusakan pada komponennya. Mesin ini dioperasikan dengan penggerak traktor roda 4, kapasitas kerja mencapai 2-3 jam/ ha, dengan jumlah benih 1 buah/ jatuhan. (SU)

Pastikan Kinerja Prototipe Mesin Pembuat Guludan Dengan Uji Lapang

Pastikan Kinerja Prototipe Mesin Pembuat Guludan Dengan Uji Lapang

Klaten, 28/11/2018. Salah satu tahapan yang harus dilewati dalam kegiatan perekayasaan di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi (BBP Mektan) adalah dengan melakukan uji lapang terhadap prototipe yang telah di buat. Hal ini bertujuan agar prototipe dapat bekerja sesuai target yang diharapkan serta dapat beroperasi pada berbagai kondisi lahan (sawah dan kering). 

Uji lapang terhadap mesin pembuat guludan ini telah dilaksanakan dalam beberapa tahapan uji. Kegiatan pengujian kali ini merupakan kegiatan lanjutan kedua setelah dilakukan modifikasi berdasarkan saran dan masukan dari pengujian pertama. Uji lapang kali ini dilaksanakan pada tanggal 26-30 November di Klaten, Jawa Tengah. 

Baca juga: Tingkatkan Kinerja Prototipe Mesin Rota Tanam dengan Uji Lapang

Harsono, selaku perekayasa dan penanggung jawab kegiatan menyatakan bahwa “pengujian kali dilakukan setelah dilakukan modifikasi terhadap prototipe meliputi : pemampat tanah dibuat fleksibel dari lebar guludan 80-120 cm dengan cara membuat lubang milling untuk mempermudah pergeseran plat pemampat, serta pemampat tanah samping ditambah penguat untuk mengurangi getaran di plat pemampat tanah bagian belakang. 

Baca juga: Modifikasi dan Uji Lapang Mesin Petik Teh untuk Kondisi Perkebunan Teh di Indonesia

Mesin pembuat guludan ini menggunakan implemen rotari tipe screw, dan dioperasikan serta digerakkan dengan menggunakan Traktor Roda Empat (TR4), tambahnya. 

Dari hasil pengujian dan evaluasi, diperoleh disimpulkan bahwa dengan modifikasi yang dilakukan pada implemen pembuat guludan rotari tipe screw yang digandengkan dengan traktor roda empat dapat berfungsi secara baik digunakan untuk membuat guludan. Hasil dari modifikasi ini menghasilkan guludan dengan lebar 90-120 cm dan tambahan penguat pada pemampat samping mampu mengurangi getaran pada plat bagian belakang.

Baca juga: Pastikan Kinerja Mesin Combine Sorgum dengan Uji Lapang

Mesin ini juga mempunyai kapasitas kerja mencapai  5,12 jam/ha dan sangat cocok untuk penyiapan lahan khususnya untuk komoditas hortikultura. (SU)

Teknologi Unggulan Balitbangtan Hadir Lagi Di Agro Inovasi Fair 2018 

Teknologi Unggulan Balitbangtan Hadir Lagi Di Agro Inovasi Fair 2018 

Bogor, 8/11/2018. Agro Inovasi  Fair (AIF) on the spot hadir lagi di penghujung tahun 2018. Kegiatan ini menampilkan berbagai inovasi teknologi Balitbangtan hasil invensi peneliti dan perekayasa Balitbangtan.

AIF kali bersinergi dengan kegiatan Pangan Lokal Fiesta serta Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional Peragi, yang dilaksanakan di kawasan Agro Science Techno Park (BASTP), Bogor, pada tanggal 7-9 November 2018.

Baca juga: Agro Inovasi Fair 2018: Percepat Invensi menuju Inovasi

Peserta Expo AIF diikuti oleh UK/UPT Balitbangtan, TTP Cigombong serta tenant inkubator teknologi Balitbangtan, seperti yoghurt probiotik, mie cokelat, jus ubi ungu - orange serta es krim ubi ungu, dan olahan Ayam KUB. Selain itu, Expo AIF juga menampilkan aneka varietas krisan yang dibudidayakan oleh tenant inkubator serta anggrek hasil pemuliaan Balithi, serta pertanian perkotaan berupa teknologi microgreen dan vertiminaponik.

Baca juga: Mesin Tanam Bawang dan Pompa AP-S100 hybrid Ikut Meramaikan Agro Inovasi Fair 2017

Expo ini juga sangat menarik pertanian anak-anak dengan adanya edukasi pertanian usia dini untuk anak SD. Selain mendapatkan pengetahuan mengenai tanaman cabai, mereka juga paktek langsung bagaimana menanam cabai di polibag.

Baca juga: Agro Inovasi Fair 2016 : Sarana Promosi Hasil Inovasi Balitbangtan

Selain edukasi pertanian, anak-anak juga juga diberi wawasan tentang teknologi terbaru autonomus tractor hasil perekayasaan BBP Mektan. Teknologi ini dapat dioperasikan dengan menggunakan program tanpa harus ada operator di atas tractor. Teknologi ini cukup menarik perhatian anak-anak, diharapkan dengan pengetahuan mereka tentang teknologi pertanian, pada akhirnya dapat menumbuhkan inspirasi mereka setelah dewasa, untuk tertarik dan mengembangan pertanian di Indonesia. (SU)