BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Mesin Penyosoh Sorgum

Mesin Penyosoh Sorgum

Sorgum merupakan salah satu jenis tanaman serealia yang prospektif untuk dikembangkan di Indonesia karena kandungan karbohidrat dan protein yang tinggi sebagai bahan subtitusi terigu dan beras. Selain itu, tanaman sorgum memiliki daerah adaptasi yang luas terutama pada daerah-daerah marjinal dan kering di Indonesia. 

Sorgum dapat menjadi salah satu komoditas alternatif untuk pangan, pakan, energi dan industri. Namun permasalahan umum yang dihadapi dalam pemanfaatan biji sorgum adalah proses penyosohan. Proses penyosohan bertujuan membuang lapisan pericarp sorgum dan lapisan testa yang mengandung tannin dari bagian edospermnya. Adanya lapisan tersebut dapat menyebabkan terganggunya sistem pencernaan tubuh apabila dikonsumsi.

Proses penyosohan sorgum pada umumnya dilakukan mulai dengan cara sederhana sampai secara mekanis. Penyosohan yang dilakukan secara manual menggunakan antan kayu dengan alas penampung biji dari batu. Dengan cara demikian akan menghasilkan beras sorgum yang memiliki rendemen, mutu dan daya simpan rendah dibanding menggunakan penyosoh mekanis.

Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian sejak  2011 telah mengembangkan mesin penyosoh sorgum tipe abrasif dengan kapasitas kerja mencapai 150 kg/jam  serta dilakukan modifikasi dan penyempurnaan tahun 2012 dengan penambahan komponen konfeyor dan mesin pengayak biji sorgum sehingga kapasitasnya mencapai 200 kg/jam. 

Mesin penyosoh sorgum kapasitas 200 kg/jam secara keseluruhan mempunyai dimensi 1800 x 1680 x 3320 mm dengan blower penghisap 12 inch dan 8 inch serta tenaga penggerak engine diesel 11 Hp. Komponen mesin terdiri atas ruang penyosoh, unit blower, unit pendukung serta tenaga penggerak dan transmisi. Bagian terpenting dari mesin adalah batu abrasif yang terdapat di ruang penyosoh. Batu yang digunakan berbentuk tabung berdiameter lebih kecil di salah satu ujungnya (agak kerucut) dan permukaan agak kasar. Selain itu terdapat ruang kosong di dalam tabung dan lubang angin di dinding batu abrasif.  Dengan begitu memungkinkan penyemprotan dengan udara bertekanan tinggi dari dalam sehingga mampu mengatasi menempelnya debu dedak pada permukaan batu abrasif.

Penambahan konfeyor mempermudah penggua mesin memasukan biji sorgum ke dalam hooper. Ini jelas memangkas waktu ketimbang memasukan sorgum secara manual. Pengayak atau grader berfungsi menyeleksi biji sorgum dengan ukuran seragam.

Fungsi utama mesin penyosoh sorgum ini bukan hanya untuk memperoleh warna putih (cerah) dari biji tetapi juga untuk menurunkan kadar tannin (senyawa fenol) yang terkandung dalam lapisan pericarp biji. Senyawa fenol dalam tannin apabila berikatan dengan prolamin (kafirin) dengan membentuk ikatan kompleks protein tannin akan menurunkan daya cerna protein dalam perut serta menimbulkan rasa sembelit dan kembung. 

Hasil dari penyosohan mesin ini memiliki kandungan tannin yang rendah, sehingga biji sorgum dapat dimanfaatkan menjadi  bahan utama pangan maupun pakan produk lanjutan seperti beras sorgum, tepung sorgum, nasi sorgum, kue sorgum, serabi, mie sorgum ataupun lainnya. Adanya mesin penyosoh sorgum ini diharapkan dapat mendukung program diversifikasi pangan di Indonesia.

Mesin Rawat Ratun Tebu, Solusi Kelangkaan Tenaga Kerja

Mesin Rawat Ratun Tebu, Solusi Kelangkaan Tenaga Kerja

Luas tanam tebu ratun mencapai 75% luas areal tebu yang ada di Indonesia .Kelebihan sistem budidaya tebu ratun dibandingkan dengan sistem PC (Plant Cane) adalah a) hemat biaya (pemakaian bibit dan tenaga tanam), b) tanaman tebu hasil keprasan lebih dapat beradaptasi terhadap lingkungan. Pada budidaya tebu ratun, kualitas hasil keprasan sangat penting, karena akan menentukan mutu tunas. Pengeprasan secara manual selain kurang manusiawi, juga mutu hasil kerjanya sulit dipertahankan, membutuhkan tenaga 20 HOK/ha. Hampir setiap musim rawat ratun tiba, beberapa sentra produksi tebu selalu kesulitan mendapatkan tenaga kerja. Hasil keprasan yang baik adalah jika dapat memotong bonggol tebu (sisa hasil panen) rata tanah hingga 2-4 cm di bawah permukaan tanah dan batang tidak pecah.

Baca juga: Dukung Swasembada Gula dengan Mesin Panen Tebu Tipe Ridding

Inovasi teknologi karya perekayasa Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) Badan Litbang Pertanian ini dirancang khusus untuk mempercepat kegiatan rawat ratun tebu.  Mesin rawat ratun ini dapat digunakan secara multifungsi untuk memotong tunggul tebu sisa panen secara rata tanah (tandas), memutus akar samping (pedot oyot) dan melakukan pengkairan sepanjang satu baris tanam. 

Terobosan inovasi ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas tanaman tebu hingga 60 persen. Prototipe mesin rawat ratun (kepras tebu) hasil rekayasa BBP Mektan baik tipe juring tunggal maupun juring ganda merupakan sebuah mesin/implement yang digandengkan pada traktor roda 4 (empat) dan memanfaatkan tenaga PTO untuk memutar pisau kepras. Traktor yang digunakan memiliki spesifikasi power yaitu minimal 60-90 Hp dengan jarak renggang roda belakang antara 1,5 – 2,0  meter. Parameter jarak renggang roda belakang ini penting diperhatikan terkait adanya variasi jarak puncak ke puncak (PKP) di budidaya tebu, khususnya lahan kering. Pada lahan perkebunan tebu (PG) yang sudah menggunakan mekanisasi (traktor) dalam proses budidaya tebu, umumnya jarak PKP adalah 120-135 cm. Sebaliknya, untuk lahan-lahan tebu yang dikelola petani tebu/kelompok tani (Tebu rakyat), umumnya memiliki variasi PKP 90-120 cm. 

Baca juga: Mesin Tanam dan pemasang Dripline Terintegrasi Permudah Pengairan dan Pertanaman Tebu

Adapun ciri khusus dari mesin rawat ratun tebu ini adalah adanya konsep multifungsi atau 3 (tiga) proses sekaligus dalam 1 (satu) kegiatan dan menggunakan 2 unit pisau . Ketiga proses tersebut adalah pemotongan tunggul tebu sisa panen oleh pisau berputar (sudut kemiringan pemotongan 10-200), pemutusan akar samping oleh coulter, dan pengkairan sepanjang baris tanam oleh chisel.

Prototipe mesin rawat ratun (kepras tebu) ini menggunakan komponen lokal (row material), sehingga mudah diperoleh dan lebih murah.

Dalam pengujian di lahan tebu dengan  PKP 135 cm dan jenis tanah liat, mesin ini memiliki kapasitas 7 – 8 jam/ha. Kebutuhan daya pengeprasan ini adalah 6 HP. Mesin pengepras multi fungsi ini memiliki dimensi panjang 2800 mm, lebar 1490 mm, tinggi 1560 mm dan bobot 873 kg. Berdasarkan kebutuhan daya pengeprasan, kebutuhan daya untuk pengangkatan saat operasi (lifting) dan kebutuhan daya untuk menarik (drawbar) saat operasi maka ukuran traktor roda empat yang memenuhi adalah  di atas 60 HP.

AP-S100, Pompa Air Bertenaga Hybrid

AP-S100, Pompa Air Bertenaga Hybrid

Kebutuhan akan pompa air di lapangan, khususnya pada musim kemarau cukup tinggi untuk menjamin ketersediaan air di lahan-lahan pertanian dalam mendukung usahatani. Sayangnya, pompa komersiil yang ada, efisiensi bahan bakar dan daya penyaluran debit air tidak sebanding sehingga boros. 

Pompa air kini menjadi alat dan mesin pertanian yang banyak dibutuhkan oleh petani khususnya di wilayah suboptimal agar bisa meningkatkan usaha tani dan produksi. Namun, penggunaan pompa tersebut terkadang dihadapkan pada sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (solar atau bensih). Apalagi untuk didaerah pelosok, ketersediaan BBM sangat sedikit. Belum lagi konversi energy yang digunakan juga menjadi lebih mahal. Untuk menjawab tantangan tersebut BP Mektan telah menghasilkan inovasi teknologi Pompa AP-S100 Hybrid. 

AP-S100 merupakan pompa sentrifugal dengan memanfaatkan bahan bakar hybrid yaitu BBM dan Gas (Elpiji) sehingga bisa dipergunakan petani disegala kondisi, termasuk pada di lahan sub optimal. Pompa ini dibandingkan dengan pompa air lokal berukuran 4 inchi yang hanya mampu mencapai efisiensi 65 persen, AP-S100 ini bisa mencapai rata-rata efisiensi sebesar 68 persen. 

Ciri khas dari teknologi ini adalah motor bakarnya yang khusus didesain menggunakan bahan bakar bensin maupun LPG tanpa ada kerusakkan komponen di dalam motor bakarnya. Converter kit yang digunakan juga sudah tersertifikasi Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) dan Honda Power Product Indonesia (HPPI) sehingga aman dalam penggunaan. 

Adanya converter kit dalam pompa ini merupakan salah satu solusi pada beberapa lokasi tertentu yang kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM) seperti bensin maupun solar, sehingga ditambahkan converter kit untuk bisa digunakan full menggunakan bensin maupun full menggunakan gas, semua tergantung kebutuhan sehingga bisa dimanfaatkan. 

AP-S100 ini mempunyai mempunyai dimensi 388,49 x 274 x 275,89 mm, dengan bobot 28 Kg. Debit air yang dihasilkan dari pompa ini adalah 0.7-1,2 meter kubik per menit. Meskipun tergolong besar dalam mengalirkan air, AP-S100 termasuk irit bahan bakar karena hanya mengkonsumsi bahan bakar gas sebanyak 1,7 kg/jam sedangkan untuk bensin sebanyak 2,37 kg/jam. Pompa ini juga dikemas dengan dilengkapi roda sehingga mudah dalam mobilitas ke berbagai lokasi. 

AP-S100 ini merupakan pengembangan pompa air jenis sentrifugal lama yang pernah dibuat oleh BBP Mektan, dan sudah diterapkan di Pinrang dan Probolinggo. Kemudian dimodifikasi ulang sehingga kemanfaatannya dapat menggunakan dual bahan bakar (hybrid). Saat ini, AP-S100 hybrid sudah bisa diperoleh masyarakat pengguna berkat adanya kerjasama lisensi non ekslusif dari BBP Mektan kepada   PT Pro Solusi Perkasa dan PT. Mitra Sarana Pertanian.

Dukung Swasembada Gula dengan Mesin Panen Tebu Tipe Ridding

Dukung Swasembada Gula dengan Mesin Panen Tebu Tipe Ridding

Kegiatan panen tebu di Indonesia umumnya masih dilakukan secara manual menggunakan parang. Cara panen ini selain kapasitas kerjanya rendah yaitu sekitar 40 HOK/ha, juga menyisakan tunggul tebu terbuang setinggi 10 – 20 cm dan dibiarkan sebagai susut hasil yang mencapai 5%. Padahal kadar gula tertinggi berada pada bagian batang tebu tersebut dibanding bagian atasnya. Mengingat luasnya areal kebun tebu dan semakin terbatasnya tenaga kerja, kegiatan panen tebu hanya mungkin dilakukan dengan mekanisasi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, BBP Mektan telah merekayasa prototipe mesin panen tebu tipe riding dengan penguatan komponen lokal (local content).

Baca juga: Mesin Tanam dan pemasang Dripline Terintegrasi Permudah Pengairan dan Pertanaman Tebu

Usaha untuk meningkatkan produksi gula juga telah dilaksanakan dengan menginvestasikan peralatan yang mempunyai efisiensi kinerja tinggi baik di lapang maupun di pabrik.  Kegiatan budidaya tebu terdiri dari pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan tanaman, dan pemanenan. Efektivitas penggunaan alsin pada lahan kering peluangnya sangat besar dibandingkan pada lahan sawah.  Walaupun demikian, penggunaan alsin dalam budidaya tebu mendapat kendala, diantaranya tidak sesuainya ukuran alsin dengan kondisi pengoperasian di lahan, suku cadang yang tersedia sangat terbatas dan pengelolaannya belum baik. Untuk mendukung program Kementerian Pertanian dalam mencapai swasembada gula, BBP Mektan telah merekayasa prototipe mesin panen tebu tipe riding dengan penguatan komponen lokal (local content). Kriteria desain prototipe mesin panen tebu yang dikembangkan adalah sebagai berikut ; (1) Prototipe pemanen dirancang tipe ridding dan berporos ganda (4 WD) untuk satu baris tanam tebu dengan jarak PKP 135-150 cm, (2) Prototipe pemanen tebu merupakan self propelled machine dengan engine penggerak diesel  yang sesuai untuk  mesin pertanian (rpm rendah  dan torsi tinggi), (3) Dilengkap dengan bagian pemotong pucuk sehingga tebu yang akan dipotong sudah bersih dari daun, dan (4) Mampu mengarahkan rumpun tebu, memotong batang tebu rata tanah (tidak pecah) serta merebahkan hasil potongan ke samping unit mesin, sehingga tidak terlindas roda penggerak.

Baca juga: Mesin Pemeras Tebu (Sugar Cane Machine) Untuk Atasi Rendahnya Rendemen Pengolahan Nira Tebu

Mekanisme kerja mesin yang dirancang ; mesin panen tebu bergerak maju searah baris tanaman tebu dengan kecepatan 1,80-2,25 km/jam. Posisi roda penggerak berada di antara baris tanaman , sedangkan posisi konveyor dan pisau berada pada tengah rumpun tebu. Pisau potong atas yang berada dibagian terdepan akan memotong pucuk daun tebu pada putaran 400-500 rpm. Selanjutnya sudu konveyor pengarah akan berputar 100 – 120 rpm dan  menarik rumpun batang tebu sekaligus menjepit batang tebu menuju posisi pisau pemotong. Pada saat batang tebu telah mencapai titik potong, putaran pisau (500-750 rpm) akan memotong bagian bawah batang tebu (0-5 cm diatas tanah). Setelah terpotong, batang tebu tersebut akan dibawa ke kanan oleh konveyor pembawa dan direbahkan ke lahan. 

Baca juga: Mesin Rawat Ratun Tebu Juring Ganda dirancang dapat menurunkan biaya sekaligus mempercepat waktu pengeprasan

Mesin pemanen tebu tipe riding ini mempunyai dimensi 5650x2370 x 2345 mm, dengan bobot 2740 kg, mempunyai kapasitas kerja 5,2 jam/ha, lebar potongan 600-800 mm, serta dengan kecepatan maju 1,80-2,25 km/jam. . Mesin ini menggunakan tenaga penggerak diesel 4 silinder (29,4 kW/2400 rpm), dan system transmisi hidrolik, belt serta rantai sprocket.

Hasil uji kinerja mesin panen tebu di lahan BBP Mektan menunjukkan bahwa mekanisme pemotongan pucuk, konveyor dan potong bawah batang tebu telah menunjukkan hasil kerja baik. Unit pisau pemotong telah dapat memotong pucuk dan rumpun batang tebu dengan hasil tidak pecah. Diharapkan bahwa penggunaan mesin pemanen tebu tipe riding tersebut mampu memberikan manfaat untuk mendukung peningkatan hasil panen petani. (SU/Wira)

Pompa Air Sentrifugal Ap s100 Tingkatkan Efisiensi Pemakaian Pompa Air Dalam Budidaya Pertanian

Pompa Air Sentrifugal Ap s100

Pompa Sentrifugal adalah jenis pompa tekan dinamis yang mengubah energi mekanik kedalam energi hidrolik melalui aktivitas sentrifugal. Sedangkan prinsip kerja pompa tekan dinamis adalah dengan mengubah energi mekanis dari poros menjadi energi fluida, dan energi inilah yang menyebabkan pertambahan head tekanan, head kecepatan, dan head potensial pada fluida yang mengalir secar kontinyu. Prinsip kerja dari pompa sentrifugal ini yaitu Pompa digerakkan oleh motor, daya dari motor diberikan kepada poros pompa untuk memutar impeler yang dipasangkan pada poros tersebut. Zat cair yang ada dalam impeler akan ikut berputar karena dorongan sudu‐sudu.

Baca juga: Mesin Pompa Apung Inovasi Yang Menawarkan Fleksibilitas Untuk Petani

Faktor-faktor utama penentu kinerja dari sebuah pompa sentrifugal adalah disain impeler dan disain casingnya. Dalam mendisain sebuah impeler, diperlukan konstanta-konstanta disain yang secara langsung berhubungan dengan target total head dan debit pada titik pengoperasian terbaiknya. Penggunaan konstanta disain yang tepat untuk impeler dapat meminimalkan losses yang terjadi di impeler.

Prosentase losses di impeler mencapai 2% - 10% dari total debit yang dihasilkan pompa. Penurunan efisiensi yang diakibatkan oleh disefisiensi disain casing mencapai 4.7% Total head yang dihasilkan oleh sebuah impeler tergantung pada permukaan dari sudu dan tidak hanya tergantung pada besaran sudut keluaran impeler saja. Untuk mengurangi losses yang terjadi di impeler dapat dilakukan dengan cara memperhalus permukaan impeler dan mengatur sudut sudu-sudu impeler sehingga mengurangi friksi pada bagian permukaan dan belakang impeler

Baca juga: Mesin Tanam Bawang dan Pompa AP-S100 hybrid Ikut Meramaikan Agro Inovasi Fair 2017

Sedangkan losses pada mechanical seal dapat dikurangi dengan penggunaan seal yang lebih berkualitas dan pemasangan yang presisi.  Penggunaan mechanical seal yang berkualitas baik dapat mengurangi  kebocoran pada bagian-bagian yang berputar, sehingga menjadi hanya 10 cc/menit – 40 cc/menit.

Untuk meningkatkan unjuk kerja pompa irigasi sentrifugal buatan lokal, yang hanya mencapai efisiensi 45% – 65%, maka Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian melakukan perbaikan disain impeler dan casing dari pompa sentrifugal. Pabrikasi dilakukan bekerjasama dengan CV. Pabrik Mesin Guntur, Malang, sebagai salah satu produsen lokal pompa irigasi di Indonesia. Prototipe pompa yang dihasilkan adalah AP-S100 (Alsin Pompa Sentrifugal diameter 100 mm)..

Baca juga: Pemanfaatan Teknologi Pompa Air Irigasi Sentrifugal AP-S100 untuk Mendukung Budidaya Jagung (2006)

Prototipe pompa AP-S100 hasil disain BBP Mektan ini telah diuji di laboratorium uji pompa BBP Mektan Serpong dan di laboratorium uji pompa CV. Pabrik Mesin Guntur, Malang pada berbagai putaran poros spesifikasinya. Evaluasi terhadap prototipe pompa tesebut meliputi : debit, total head, daya poros dan efisiensi.

Hasil uji dan evaluasi dari prototipe pompa sentrifugal AP-S100 menunjukkan keunggulan terhadap pompa lokal yang ada dipasaran. Unjuk kerja pompa hasil rekayasa BBP Mektan ini mampu meningkatkan efisiensi sebesar 10.67% - 16.14%, debit 6.29% - 12.14 %, total head 12.08% – 34.86%. Efisiensi tertinggi yang mampu dicapai oleh pompa AP-S100 adalah 71.95 % pada putaran 2250 rpm. Debit dan total head yang dicapai pada efisiensi tertinggi masing-masing adalah 1.69 m3/mnt dan 21.16 m. Untuk mencapai efisiensi maksimal tersebut pompa AP-S100 hanya memerlukan daya poros sebesar 8.06 kW. Pompa AP-S100 ini hanya memiliki bobot total sebesar 28 kg, dengan dimensi panjang, lebar dan tinggi masing-masing adalah 388.49 mm, 274 mm dan 275.89 mm.

Baca juga: Pompa Sentrifugal AP S100

Pompa AP-S100 ini digunakan untuk irigasi maupun drainase di lahan pertanian, serta memiliki impeller dan casing dengan disain yang berbeda dari pompa yang ada dipasaran. (SU/Wira)