BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Mesin Penanam Benih Padi Mempermudah Tanam Padi Di Lahan Sawah 

Mesin Penanam Benih Padi Mempermudah Tanam Padi Di Lahan Sawah 

Dalam upaya untuk meningkatkan produksi pertanian di Indonesia dan strategi untuk mengatasi ancaman kelangkaan tenaga kerja di bidang pertanian adalah dengan penerapan mekanisasi pertanian, salah satunya mesin penanam benih padi di lahan sawah.

Baca juga: BBP Mektan Launching Teknologi Terbaru Jajar Legowo Riding Transplanter

Untuk membantu petani padi di lahan sawah menghadapi permasalahan kelangkaan tenaga kerja tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) telah meluncurkan mesin penanam benih padi yang cocok untuk dioperasikan di lahan sawah.

Bagian-bagian utama mesin ini adalah hopper  untuk penampung benih, metering device sebagai alat untuk mengatur jumlah benih yang keluar, pembuka alur di tanah sebagai tempat benih tumbuh, penyalur benih ke tanah yang telah dibuka oleh pembuka alur tanah, penutup alur, dan sistem transmisi.

Baca juga: Rice Transplanter Jajar Mampu Mengatasi Kelangkaan Tenaga Kerja Tanam

Teknologi ini dapat diterapkan dengan baik pada kondisi lahan sawah dengan pengolahan tanah sempurna yang telah disiapkan sebelumnya. Mesin penanam benih padi ini dalam operasionalnya harus digandeng dengan traktor roda empat/ crawler dengan daya minimum 45 HP, dengan sistem penggandeng tiga titik gandeng (three point hitch).

Kecepatan kerja mesin ini di lahan sawah mencapai 2-3 Km/Jam, dengan jumlah baris tanam 10 baris, jarak tanam antar baris 25 cm, jarak tanam dalam baris 12-15 cm, jumlah benih per lubang 3-5 biji, serta kedalaman tanam 5-8 cm. Mesin tanam ini juga mempunyai dimensi : panjang 2000 mm, lebar 1000 mm, dan tinggi 1100 mm.

Baca juga: Pendampingan : Sosialisasi Pengoperasian dan Perawatan Mesin Combine Harvester dan Mesin Tanam Jarwo Transplanter di Kab. Banggai, Sulawesi Tengah

Dengan hadirnya mesin penanam benih padi ini diharapkan dapat menjadi teknologi andalan bagi petani di lahan sawah untuk meningkatkan produksi dan mengatasi kelangkaan tenaga kerja tanam saat ini. (Wira)