BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Integrasikan Penanaman Jagung dan Pemupukan dengan Alat Tanam Tipe Pneumatik

Integrasikan Penanaman Jagung dan Pemupukan  dengan Alat Tanam Tipe Pneumatik

Sejalan dengan Program Kementerian Pertanian tahun 2014-2019 khususnya untuk  peningkatan produksi jagung, yang ditujukan untuk mencukupi ketersediaan pangan dan juga pakan, maka upaya peningkatan produksi tersebut dilakukan dengan cara ekstensifikasi lahan maupun intensifikasi teknologi sarana dan prasarana. Mekanisasi pertanian yang merupakan salah satu komponen teknologi terpenting, telah menjadi fokus utama program Kementan dalam mencapai peningkatan produksi. Peningkatan efisiensi produksi pertanian secara signifikan dapat dicapai melalui penggunaan alsin. Kecenderungan penggunaan alsin baik dalam pengolahan lahan, tanam, pemupukan dan panen cukup meningkat akhir-akhir ini, mengingat mahalnya upah buruh saat ini dan kurangnya minat masyarakat untuk bekerja sebagai buruh tani. Untuk itu Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian telah melakukan upaya pengembangan alat dan mesin pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi produksi pertanian.

Baca juga: Alat Tanam Benih Cabai dan Bawang

Alat tanam biji-bijian pneumatik ini merupakan alat tanam biji-bijian (jagung, kedele, kacang hijau dan sejenisnya), yang dioperasikan dengan sistem hisap (pneumatic), yang dilengkapi pula dengan pemupukan. Secara umum, penerapan dari sistem hisap ini adalah adalah  pada bagian pembagi benih (metering device), dimana bagian ini terdiri dari piringan pembagi benih dan ruangan tempat piringan tersebut.  Ruangan pada metering device dikondisikan mempunyai tekanan udara negative (lebih rendah dari tekanan udara luar), yang diatur oleh sebuah blower hisap, sehingga biji-bijian akan terhisap satu persatu ke piringan penakar lubang pengeluaran benih. Piringan pertama ini mempunyai jarak lubang penakar yang seragam. Piringan yang telah disisipi benih tersebut akan berputar membawa biji-bijian keluar dari ruang metering menuju saluran pengeluaran benih. Adapun udara untuk menghisap benih tersebut bisa berasal dari putaran PTO yang dihubungkan dengan semacam blower hisap. Alsin ini juga dilengkapi bagian penutup alur sehingga biji tertutup oleh tanah.

Baca juga: Alat Tanam Benih Jagung (Seed Corn Planter)

Alat tanam ini mempunyai 4 baris tanam (row) dengan jarak tanam antar baris yang dapat diatur maksimal 70 cm. Alat tanam ini juga dilengkapi dengan 4 baris pemupuk yang di jatuhkan di dekat lubang tanam, dengan jumlah pupuk dapat diatur sesuai kebutuhan. Dalam operasinya, alat tanam ini ditarik traktor roda 4 dengan daya  40 hp ke atas. 

Uji kinerja alsin memperlihatkan kapasitas kerja alsin 0,3-0,5 Ha/jam (2-3 jam/Ha), pada lebar kerja 180 cm dan jarak tanam antar baris diatur sebesar 60 cm. Slip pada roda mencapai 2-4%. Jarak tanam dalam baris rata-rata 23-30 cm tergantung kecepatan engine dan tingkat kekerasan tanah. Jumlah benih per lubang rata-rata 1 buah, sehingga dapat menghemat kebutuhan benih per hektar 50% dibandingkan mesin tanam dengan metering device sebelumnya yang menggunakan putaran roda, di mana jumlah benihnya 2-3 buah per lubang.

Baca juga: Training Inkubasi Bisnis - Alat Tanam Benih Langsung (Atabela) di Taman Sains Enjiniring Pertanian (TSEP)

Selain keterampilan operator dalam mengoperasikan traktor roda 4, efisiensi lapang dipengaruhi oleh kondisi lahan. Lahan dengan pengolahan tanah sempurna, rata dan operator yang terlatih akan menghasilkan efisiensi lapang yang tinggi serta prosentase tidak tertanam yang rendah. (SU/Wira)