BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Mesin Pompa Apung Inovasi Yang Menawarkan Fleksibilitas Untuk Petani

Mesin Pompa Apung Inovasi Yang Menawarkan Fleksibilitas Untuk Petani

Salah satu upaya menjaga ketersediaan air untuk kebutuhan tanaman adalah dengan mengalirkan air yang berasal dari sumber baik berupa mata air, waduk, danau, sungai, maupun air tanah menuju petakan lahan pertanian, kegiatan inilah yang dikenal dengan irigasi. Proses memindahkan air tersebut membutuhkan jaringan irigasi yang dapat melalui permukaan secara gravitasi maupun dengan menggunakan daya pompa. Mesin pompa dibutuhkan ketika sumber air berada lebih rendah daripada petakan lahan yang akan diairi, sehingga membutuhkan tekanan yang berasal dari luar untuk menaikkan air ke permukaan yang lebih tinggi.

Baca juga: Pompa Air Sentrifugal APS100

Berdasarkan sumber penggeraknya, pompa irigasi yang banyak beredar di masyarakat secara umum dapat dibagi menjadi dua yaitu mesin pompa berpenggerak diesel dan bensin. Mesin pompa air diesel mampu menghasilkan debit air dalam jumlah besar, akan tetapi memiliki dimensi yang relatif besar dan berat dibanding dengan mesin pompa air berpenggerak bensin. Hal ini bagi petani akan menimbulkan masalah bila harus memindahkan unit pompa mendekati sumber air, terlebih lagi apabila muka air bersifat fluktuatif dan jauh berada di bawah permukaan lahan yang akan dialiri. Banyak pompa irigasi hilang/rusak dikarenakan berat dan ditinggalkan di lahan setelah selesai beroperasi, sehingga kemungkinan mesin mengalami kerusakan dan hilang menjadi tinggi.

Baca juga: Mesin Tanam Bawang dan Pompa AP-S100 hybrid Ikut Meramaikan Agro Inovasi Fair 2017

Salah satu inovasi terbaru dalam hal irigasi pertanian adalah hadirnya mesin pompa apung. Pompa apung merupakan sebuah pompa yang memiliki fungsi yang sama dengan pompa lain yaitu untuk meningkatkan daya tekan pada air sehingga dapat mengalir ke lahan yang akan diairi. Namun hal yang membedakan dengan pompa irigasi biasa adalah dalam mekanisme kerja pompa apung, dimana pompa beroperasi diatas air, itulah sebabnya pompa ini disebut dengan pompa apung.

Pompa apung ini memiliki kapasitas hisap 1200 L/menit & maksimum head 16 meter sehingga mampu mengambil air pada sungai dengan perbedaan tinggi hingga 16 meter. Mesin pompa apung ini berpenggerak engine bensin dan memiliki jenis impeller tipe sentrifugal. Mesin pompa dioperasikan dengan cara diletakkan di atas permukaan air, lalu mesin dihidupkan melalui tali tarik engine bensin. Melalui putaran poros vertikal engine yang terhubung dengan impeller pompa yang tenggelam di dalam air, mengakibatkan air terhisap dan disalurkan melalui lubang keluaran (outlet) yang dihubungkan dengan pipa fleksibel yang pada ujungnya diletakkan pada lokasi sasaran irigasi atau drainase.

Baca juga: Pemanfaatan Teknologi Pompa Air Irigasi Sentrifugal AP-S100 untuk Mendukung Budidaya Jagung (2006)

Pompa apung ini memiliki banyak kelebihan, salah satunya adalah mobilitas yang tinggi dimana bobot unit pompa secara keseluruhan hanya 45 kg sehingga memudahkan petani untuk mengangkut dan memindahkannya. Konstruksi pompa yang ringkas memudahkan untuk diangkut menggunakan kendaraan roda dua maupun diangkat oleh petani dengan mudah. Pompa ini dilengkapi dengan tali yang berada di empat sisi pelampung, hal ini digunakan pada saat pengangkutan maupun mengikat pompa ketika beroperasi di atas air, sehingga pompa tidak berpindah pindah. Konstruksi pelampung (ponton) didesain khusus dengan memasukkan foam/busa padat di dalamnya, sehingga apabila ponton pecah ataupun rusak akibat benturan, unit pompa akan tetap terapung di permukaan air. Untuk memastikan pompa tidak bergeser maka pada ponton terdapat lubang untuk menancapkan pasak berupa kayu atau bambu.

Diharapkan dengan pemakaian teknologi pompa apung ini dapat meringankan pekerjaan petani dalam memperoleh air terutama dari sumber air yang berasal dari sungai. (Atho)