Mengenal Komponen Combine Harvester dan Fungsinya

Mengenal Komponen Combine Harvester dan Fungsinya (Foto: Wiranto)

Combine harvester adalah salah satu tipe mesin panen yang kegiatan memotong, memegang, merontok dan membersihkan dilakukan sekaligus. Mesin combine harvester dioperasikan oleh dua orang operator, satu operator bertugas untuk mengendalikan mesin combine harvester, operator yang lain bertugas memegang karung pada saat memasukkan gabah ke dalam karung.

Tipe combine harvester berdasarkan cara perontokannya dibagi menjadi dua macam, yaitu tipe whole feeding dimana semua hasil potongan (jerami dan padi) masuk kedalam bagian perontokan (thresher). Tipe whole feeding digunakan untuk memanen gandum, kemudian berkembang dan diadopsi untuk memanen padi, serta tipe Head feed type combine harvester, mesin panen padi dimana hanya bagian malainya yang masuk ke dalam bagian perontok (thresher) sedangkan jerami dijepit oleh bagian pembawa (conveying).

Bagian-bagian dari Combine Harvester  dan fungsinya :

  1. Header Unit, terdiri atas pengarah (reel guide) dan pisau pemotong (cutter bar). Reel guide atau pengarah batang padi berfungsi untuk mengarahkan batang padi ke sistem pemotong (cutting), selain itu memegang batang padi supaya dalam posisi tegak selama proses pemotongan. Komponen pengarah ini sangat membantu dalam keberhasilan proses pemotongan batang padi. Sedangkan pisau pemotong (cutter bar) berfungsi sebagai memotong batang padi. Pisau yang digunakan dirancang khusus agar mampu menahan gaya pantulan yang ditimbulkan oleh batang padi.

  2. Conveyor Unit, berfungsi untuk membawa hasil pemotongan batang padi ke dalam mesin perontok (thresher unit).

  3. Komponen perontok (Thresher Unit), berfungsi untuk memisahkan antara butir gabah dari malainya. Proses pemisahan dikarenakan adanya efek tumbukan antara malai padi dengan gigi perontok pada thresher. Pada pengoperasiannya kecepatan putar drum thresher diatur antara 600-800 rpm. Hal ini untuk meminimalkan kerusakan dan kehilangan butiran gabah pada proses perontokan. Kecepatan putaran drum thresher yang lambat dapat mengakibatkan kehilangan (loss) yang tinggi karena gabah tidak terontok, sebaliknya jika drum thresher terlalu tinggi akan mengakibatkan kualitas gabah hasil rontokan yang jelek karena banyak gabah yang pecah atau patah.

  4. Pemisah dan Pembersih (cleaner and separator) berfungsi untuk memisahkan dan membersihkan butiran gabah dengan jerami setelah proses perontokan. Proses pemisahan dilakukan untuk memisahkan biji gabah masak (mature grain) yang diinginkan dari sekam, jerami, debu dan kotoran, memisahkan biji gabah masak (mature grain) terhadap biji gabah tidak masak (immature grain). Proses pembersihan dilakukan setelah perontokan padi oleh thresher. Dengan menggunakan hembusan udara dari blower akan membersihkan butiran gabah (mature grain) dari jerami, kotoran dan butiran gabah yang tidak matang (immature grain). Untuk mendapatkan tingkat kebersihan yang baik, kecepatan putaran kipas pada blower sebaiknya sebesar 70-300 rpm dan kecepatan angin pada outlet sebesar 4-8 m/s.

  5. Grain Output, merupakan tempat keluarnya gabah bersih hasil pembersihan di dalam cleaner dan separator.

  6. Main Frame, merupakan kerangka utama dari combine harvester tempat terpasangnya berbagai komponen-komponen combine harvester.

  7. Transportation Unit, merupakan bagian yang berfungsi untuk beroperasinya combine harvester di lahan.

  8. Driving Panel, bagian kontrol pengoperasian combine harvester di lahan untuk mengendalikan kecepatan, belok dan mengatur tinggi rendahnya bagian header unit.

  9. Engine, merupakan sumber penggerak utama untuk mengoperasikan seluruh komponen-komponen combine harvester dari mulai menggerakkan transportation unit, header unit, Conveyor unit, thresher unit serta cleaner and separator.

  10. Kanopi, sebagai pelindung operator dari sinar matahari.

HIGHLIGHT

Portal PPID BBP Mektan

Informasi Publik

mail Litbang

Zona Integritas

Lelang Pengadaan

POLLING

Darimanakah Anda Mengetahui BBP Mektan ?

F A Q

Q : Apa yang dimaksud dengan Mekanisasi Pertanian?

Q : Mengapa harus menggunakan Mekanisasi Pertanian, Apa tujuannya?

Q : Apa saja Jenis Pengujiannya?

Q : Bagaimana prosedur dan persyaratan pengujian alat dan mesin pertanian

 Selengkapnya...