BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Mesin Rawat Ratun Tebu, Solusi Kelangkaan Tenaga Kerja

Mesin Rawat Ratun Tebu, Solusi Kelangkaan Tenaga Kerja

Luas tanam tebu ratun mencapai 75% luas areal tebu yang ada di Indonesia .Kelebihan sistem budidaya tebu ratun dibandingkan dengan sistem PC (Plant Cane) adalah a) hemat biaya (pemakaian bibit dan tenaga tanam), b) tanaman tebu hasil keprasan lebih dapat beradaptasi terhadap lingkungan. Pada budidaya tebu ratun, kualitas hasil keprasan sangat penting, karena akan menentukan mutu tunas. Pengeprasan secara manual selain kurang manusiawi, juga mutu hasil kerjanya sulit dipertahankan, membutuhkan tenaga 20 HOK/ha. Hampir setiap musim rawat ratun tiba, beberapa sentra produksi tebu selalu kesulitan mendapatkan tenaga kerja. Hasil keprasan yang baik adalah jika dapat memotong bonggol tebu (sisa hasil panen) rata tanah hingga 2-4 cm di bawah permukaan tanah dan batang tidak pecah.

Baca juga: Dukung Swasembada Gula dengan Mesin Panen Tebu Tipe Ridding

Inovasi teknologi karya perekayasa Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) Badan Litbang Pertanian ini dirancang khusus untuk mempercepat kegiatan rawat ratun tebu.  Mesin rawat ratun ini dapat digunakan secara multifungsi untuk memotong tunggul tebu sisa panen secara rata tanah (tandas), memutus akar samping (pedot oyot) dan melakukan pengkairan sepanjang satu baris tanam. 

Terobosan inovasi ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas tanaman tebu hingga 60 persen. Prototipe mesin rawat ratun (kepras tebu) hasil rekayasa BBP Mektan baik tipe juring tunggal maupun juring ganda merupakan sebuah mesin/implement yang digandengkan pada traktor roda 4 (empat) dan memanfaatkan tenaga PTO untuk memutar pisau kepras. Traktor yang digunakan memiliki spesifikasi power yaitu minimal 60-90 Hp dengan jarak renggang roda belakang antara 1,5 – 2,0  meter. Parameter jarak renggang roda belakang ini penting diperhatikan terkait adanya variasi jarak puncak ke puncak (PKP) di budidaya tebu, khususnya lahan kering. Pada lahan perkebunan tebu (PG) yang sudah menggunakan mekanisasi (traktor) dalam proses budidaya tebu, umumnya jarak PKP adalah 120-135 cm. Sebaliknya, untuk lahan-lahan tebu yang dikelola petani tebu/kelompok tani (Tebu rakyat), umumnya memiliki variasi PKP 90-120 cm. 

Baca juga: Mesin Tanam dan pemasang Dripline Terintegrasi Permudah Pengairan dan Pertanaman Tebu

Adapun ciri khusus dari mesin rawat ratun tebu ini adalah adanya konsep multifungsi atau 3 (tiga) proses sekaligus dalam 1 (satu) kegiatan dan menggunakan 2 unit pisau . Ketiga proses tersebut adalah pemotongan tunggul tebu sisa panen oleh pisau berputar (sudut kemiringan pemotongan 10-200), pemutusan akar samping oleh coulter, dan pengkairan sepanjang baris tanam oleh chisel.

Prototipe mesin rawat ratun (kepras tebu) ini menggunakan komponen lokal (row material), sehingga mudah diperoleh dan lebih murah.

Dalam pengujian di lahan tebu dengan  PKP 135 cm dan jenis tanah liat, mesin ini memiliki kapasitas 7 – 8 jam/ha. Kebutuhan daya pengeprasan ini adalah 6 HP. Mesin pengepras multi fungsi ini memiliki dimensi panjang 2800 mm, lebar 1490 mm, tinggi 1560 mm dan bobot 873 kg. Berdasarkan kebutuhan daya pengeprasan, kebutuhan daya untuk pengangkatan saat operasi (lifting) dan kebutuhan daya untuk menarik (drawbar) saat operasi maka ukuran traktor roda empat yang memenuhi adalah  di atas 60 HP.