BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Harsono1), Carmencita T.2), Betty D.S.2), dan Debby S.2)

1)Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

2)Staf Pengajar pada Jurusan Teknologi Pertanian Universitas Padjadjaran, Bandung.




ABSTRAK

Latar belakang penelitian ini adalah adanya mesin-mesin pemoles beras berpengabut yang mulai banyak digunakan untuk meningkatkan kualitas fisik beras hasil pemolesan. Namun apabila penggunaannya tidak tepat malah akan menurunkan kualitas beras tersebut, hal ini terutama berkaitan dengan tekanan kompresor yang digunakan untuk menghasilkan kabut dan kecepatan putaran silinder pemoles yang berkaitan dengan waktu pemolesan. Tekanan kompresor dan kecepatan putaran silinder pemoles berfungsi dalam produksi kabut pada mesin pemoles berpengabut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tekanan kompresor dan RPM silinder pemoles yang terbaik yang dapat menghasilkan beras dengan peningkatan kualitas fisik yang terbaik. Dalam percobaan ini digunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan dua factor yang diulang empat kali. Faktor pertama (petak utama) adalah kecepatan putaran silinder pemoles dengan dua taraf, yaitu 740-760 RPM dan 1.040-1.060 RPM. Faktor kedua (anak petak) adalah tekanan kompresor dengan tiga taraf yaitu 40, 50 dan 60 psi. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tertdapat interaksi  antara tekanan kompresor dan kecepatan putaran silinder pemoles terhadap peningkatan kualitas fisik beras poles. Perlakuan dengan tekanan kompresor 50 PSi dan kecepatan putaran 740-760 RPM memberikan peningkatan kualitas fisik beras yang terbaik (penurunan Beras Kepala 1,9 %, peningkatan Beras patah 1,0 %; peningkatan menir 0,9 % dan peningkatan derajat sosoh 20 % dibanding sebelum pemolesan).

Kata Kunci : Kecepatan putaran silinder pemoles, tekanan kompresor, kualitas fisik beras, mesin pemoles beras berpengabut.