Evaluasi Kinerja Mesin Panen Padi Pada Lahan Pasang Surut

Koes Sulistiadji, Rosmeika, dan Andri Gunanto

Perekayasa pada Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian


ABSTRAK

Lahan pasang surut mempunyai potensi untuk ditanami padi, namun terbatasnya jumlah tenaga kerja untuk panen merupakan kendala yang harus diatasi. Saat ini di Indonesia berkembang tiga jenis mesin panen padi, yaitu stripper tipe Riding, stripper tipe Walking, dan mesin sabit mower. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja kerja mesin panen tersebut di lahan pasang surut. Metode yang digunakan adalah metode evaluasi kinerja teknis, pengamatan susut tercecer, dan analisis finansial. Data unjuk kerja teknis yang didapat adalah Stripper tipe Riding mempunyai kapasitas kerja lapang 2,5-4,2 jam/ha, efisiensi kerja lapang 52,52 %, dan losses 7,8 %. Sedangkan stripper tipe walking mempnyai kapasitas kerja lapang 7,5 jam/ha, efisiensi kerja 80 %, dan losses 1,68-2,10 %. Mesin sabit mower mempunyai kapasitas kerja lapang 18 jam/ha, efisiensi kerja 95,5 %, dan losses 0,35 %. Sedangkan analisis finansial menunjukkan bahwa tiga jenis mesin panen padi yang dievaluasi lebih murah dibandingkan cara panen padi manual.

Kata kunci : Stripper tipe Riding, Stripper tipe Walking, mesin sabit mower, lahan pasang surut


HIGHLIGHT

Portal PPID BBP Mektan

Informasi Publik

mail Litbang

Zona Integritas

Lelang Pengadaan

POLLING

Darimanakah Anda Mengetahui BBP Mektan ?

F A Q

Q : Apa yang dimaksud dengan Mekanisasi Pertanian?

Q : Mengapa harus menggunakan Mekanisasi Pertanian, Apa tujuannya?

Q : Apa saja Jenis Pengujiannya?

Q : Bagaimana prosedur dan persyaratan pengujian alat dan mesin pertanian

 Selengkapnya...