BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Koes Sulistiadji, Rosmeika, dan Andri Gunanto

Perekayasa pada Balai Besar Pengembangan Mekanisasi pertanian



ABSTRAK

Peningkatan intensitas tanaman membutuhkan peningkatan tenaga kerja. Keterbatasan tenaga menuntut alternatif penggunaan tenaga mekanis. Diantara kegiatan budidaya padi kegiatan perontokan secara manual (gebot) memerlukan tersedianya tenaga manusia cukup besar dan merupakan pekerjaan yang  cukup melelahkan. Terdapat dua cara merontok padi, yaitu secara manual (gebot) dan secara mekanis menggunakan mesin perontok thresher. Merontok padi dengan cara gebot atau menggunakan thresher umumnya didahului dengan panen menggunakan sabit.  Kapasitas kerja merontok menggunakan gebot tidak ada yang melampaui 100 kg/jam/orang, merontok menggunakan pedal thresher antara 90 sampai 120 kg/jam/orang, merontok dengan power thresher 600 sampai 1.000 kg/jam (tergantung kapasitas mesin yang dipergunakan). Terjadinya angka susut tercecer yang besar saat panen padi umumnya diakibatkan proses panen dilakukan menggunakan tenaga manusia, besarnya angka susut tercecer dapat ditekan apabila digunakan mesin bermotor, karena semua mesin panen padi bermotor dirancang dan direkayasa untuk menghasilkan susut tercecer dibawah 2 %, apabila angka tersebut terlampaui  maka terdapat 3 alternatif kemungkinan kesalahan yaitu (a) kesalahan pada operator, (b) kesalahan desain mesin itu sendiri, dan (c) kondisi lingkungan kerja yang tidak sesuai.  Terdapat banyak jenis dan tipe alsin perontok padi, dipakai diberbagai klas usaha tani padi mulai dari usaha tani klas subsisten, menengah dan klas besar (agribisnis). Mahalnya harga mesin perontok padi yang beredar di pasaraan di Indonesia saat ini dipengaruhi oleh mahalnya harga enjin penggerak.   Dari sekian banyak jenis dan tipe mesin perontok padi masih terdapat peluang untuk desain rekayasa mesin perontok yakni jenis mesin perontok dengan kemampuan kinerja diantara Pedal thresher (kapasitas kerja 100 kg/jam) dengan Power Thresher (kapasitas kerja 600 kg/jam). Tujuan penelitian ini adalah melakukan rancang bangun prototipe mesin thresher lipat tipe stripping raspbar menggunakan drum dengan 8 gigi, dengan kriteria : (a) kecepatan putar optimum drum 200 rpm, (b)  kapasitas kerja 200 sampai 300 kg per jam untuk komoditas padi, (c) bobot keseluruhan prototipe relatif ringan, (d) menggunakan  penggerak enjin bensin 2 HP,  3.600 rpm, (e) konsumsi bahan bakar irit, (f) susut tercecer dibawah 1 %, (g) biaya pokok operasional per kg, relatif lebih murah dibanding dengan perontokan secara manual (gebot).

Kata kunci : Padi, panen, mesin perontok, Type stripping raspbar.