BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Marsudi1), H. Suroso2), dan  Rokhani H.2)

1) Perekayasa pada Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Serpong
2) Staf Pengajar pada Studi Ilmu Keteknikan Pertanian, Sekolah Pascasarjana IPB


ABSTRAK
Akhir-akhir ini, penggunaan metode perlakuan panas (Heat Treatment) guna mempertahankan kualitas, mengendalikan hama/penyakit pascapanen maupun sebagai teknik karantina terhadap buah-buahan dan sayuran semakin meningkat. Perlakuan tersebut merupakan syarat bagi produk yang akan di ekspor ke Jepang, Amerika dan negara lainnya. Sejak tahun 1988, buah-buahan dari Indonesia diekspor ke Amerika dan Jepang setelah produk tersebut di disinfestasi hama/penyakit. Vapor Heat Treatment (VHT) merupakan metode disinfestasi yang dapat digunakan untuk mengendalikan pertumbuhan hama/penyakit pada produk hortikultura, seperti buah segar, sayuran, ubi-ubian, dan bunga potong. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara teknis performansi unit perlakuan panas menggunakan media uap panas dan aplikasinya pada buah apel manalagi. Percobaan dilakukan dengan memberikan media pemanas berupa campuran uap panas dan udara pada suhu 47,5 oC hingga suhu pusat buah mencapai 46,5 oC serta dipertahankan selama 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit perlakuan panas metode VHT efektif untuk melakukan disinfestasi hama/penyakit pasca panen buah apel manalagi. Pencapaian suhu target pusat buah membutuhkan waktu sekitar 135 menit.  Apel manalagi toleran terhadap panas sampai 30 menit tanpa kerusakan (heat injury) dan kualitas buah relatif tetap berdasarkan perubahan kadar air, kekerasan bahan serta warna kulit. Populasi cendawan yang dominan terdiri dari Acremonium strictum, Cladosporium cladosporioides dan Gloesporium fructigenum dapat ditekan secara efektif (95,8 – 100%).

Kata Kunci : Perlakuan panas metode uap, apel manalagi, larva lalat.