BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Uning Budiharti1), Rudy Tjahjohutomo1),Harsono1), Reni Yuliana Gultom1),  dan Rofik Sinung Basuki 2)

1) Perekayasa Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Serpong
2) Peneliti Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang




ABSTRAK

Beras merupakan komoditas yang penting dan strategis bagi bangsa Indonesia, karena merupakan makanan pokok bagi masyarakatnya, sehingga ketersediaan dan harga beras sangat berpengaruh terhadap kestabilan ekonomi dan politik. Penggilingan padi sebagai muara dari kegiatan pengolahan padi menjadi beras merupakan komponen penting dalam mata rantai produksi beras. Lebih dari 60 % unit pengolahan padi terdiri dari penggilingan padi kecil (PPK) dengan ciri teknologi yang digunakan sederhana, dimana susunan konfigurasi mesin terdiri dari husker-polisher saja.  Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran pengaruh input teknologi pasca panen yang berpengaruh dalam peningkatan produksi beras. Hasil dari simulasi model mekanisasi penggilingan padi menunjukan kemungkinan penambahan beras sebesar 300,000-400,000 ton jika dilakukan perbaikan konfigurasi mesin pada PPK. Hasil simulasi sistem dinamik menghasilkan prediksi defisit beras yang cukup tinggi yaitu berkisar  500,000-600,000 ton. Defisit tersebut dapat dikurangi, salah satunya dengan melakukan  perbaikan (renovasi) PPK dan penanganan pasca panen yang dapat menurunkan susut. Dari analisis simulasi, renovasi penggilingan padi dapat menurunkan defisit dan jika dibarengi dengan upaya penurunan susut kemungkinan dapat mencapai surplus pada tahun 2010.   Rendemen giling nasional dari rata – rata 62,78 % akan meningkat menjadi 63,48 %.  

Kata Kunci : sistem dinamik, penggilingan padi kecil (PPK), produksi beras