BBP Mektan BBP Mektan

Kacang tanah memiliki peluang pengembangan agroindustri dalam mendukung pembangunan perekonomian daerah yang efisien dan efektif, karena dapat menekan kemiskinan bagi rumah tangga tani dan kelompok masyarakat berpendapatan rendah. Permasalahan yang ada selama ini adalah petani kacang tanah di Jepara menyetorkan kacang tanah setelah panen ke pengepul/pabrik setelah dirontok tanpa melakukan pembersihan dari tanah dan penyortiran/pemisahan dari kotoran atau kacang tanah kosong (ukuran lebih kecil) sehingga petani tidak memperoleh pendapatan optimal karena kondisi tersebut. Tujuan pengembangan dan penerapan teknologi penenganan pasca panen (mesin pembersih dan sortasi kacang tanah polong) adalah untuk meningkatkan mutu dan nilai tambah kacang tanah polong hasil produksi petani untuk mendukung industri kacang tanah sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani. Kegiatan ini merupakan kerjasama perekayasaan dan penerapan teknologi dengan Kemenristek.

Mesin yang dikembangkan adalah prototipe mesin yang telah direkayasa oleh BBP Mektan. Mesin pembersih dan sortasi kacang tanah polong telah selesai dibuat dan sudah diserah terimakan oleh Kemeterian Ristek kepada Kelompok Tani Sulebu Makmur, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara. Kedua mesin  sudah dilakukan uji unjuk kerja dengan hasil uji unjuk kerja mesin pembersih dan sortasi kacang tanah polong dengan menggunakan kacang tanah varietas Cidaun : untuk mesin pembersih menunjukkan kapasitas input rata-rata 214,20 kg/jam, kapasitas output rata- rata 131,76 kg/jam, dan efisiensi pembersihan adalah sebesar 90,80% dan tingkat kebersihan biji adalah sebesar 97,8%. Mesin sortasi menunjukkan kapasitas input rata-rata 93,41 kg/jam, Kapasitas output rata- rata  78,24 kg/jam, efisiensi sortasi  83,59%, persentase biji utuh di outlet utama 100%, biji rusak/pecah  0 %, kotoran  5,87%, dan tingkat kebersihan biji  97,73%. Keberlanjutan pemanfaatan hasil kegiatan sebaiknya dijalankan secara mandiri oleh kelompok tani Sulebu Makmur didukung oleh Dinas Kabupaten Jepara yang terkait. Keberlanjutan dukungan program ristek sebaiknya adalah melengkapi alat/ mesin budidaya dan pasca panen untuk kacang tanah polong yang sudah ada sebelumnya, sehingga akan lebih meningkatkan efisiensi kerja dan waktu di petani.

Download :

File PDF klik disini...