BBP Mektan BBP Mektan

Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang peranannya cukup penting bagi perekonomian nasional, khususnya sebagai penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan dan devisa negara. Pemerintah melalui Program Gerakan Nasional Kakao (Gernas Kakao) bertekad untuk meningkatkan produksi kakao nasional secara signifikan melalui bimbingan teknis dan sarana produksi sehingga Indonesia dapat menjadi salah satu penghasil utama kakao dunia. Disamping itu, hasil samping produk kakao yaitu kulit buah segar dapat digunakan sebagai sumber pakan untuk ternak sapi/kambing sehingga dapat mendukung program swasembada daging sapi. Dan kotoran sapi yang dihasilkan dapat digunakan untuk biogas sebagai sumber energi di lokasi. Penggabungan dua sub-sistem pengolahan kakao dan limbahnya yang terintegrasi dengan budidaya ternak ini, sering dikenal dengan Sistem Integrasi Tanaman – Ternak (SITT).

Untuk mendukung program tersebut, BBP Mektan telah melakukan kegiatan Pengembangan Mekanisasi Model Pengembangan Pertanian Pedesaan melalui Inovasi (MP3MI) Gernas Kakao Berbasis Kakao Ternak. Inovasi teknologi yang diterapkan terdiri dari 2 sub sistem, yaitu:(1)subsistem pengolahan kakao berupa inovasi teknologi kotak fermentasi dan aplikasi mesin pengering kakao; (2) subsistem pakan dan limbah berupa pemanfaatan mesin pencacah kulit kakao dan instalasi biogas di beberapa sentra produksi kakao. Dalam penerapannya, jenis dan jumlah alsin yang digunakan masing-masing lokasi berbeda sesuai dengan kebutuhan dan kondisinya. Hal ini untuk mengoptimalkan pemanfaatan alsin ini di lokasi SITT Kakao-Ternak. Secara umum paket alsin terdiri dari 4 alsin, yaitu: (1) Kotak fermentasi berfungsi untuk mengolah biji kakao setelah panen agar aroma berkualitas; (2) Mesin pengering kakao dirancang dengan sistem tenaga hybrid tipe rak. Mesin pengering ini berfungsi untuk mengeringkan biji kakao basah hasil fermentasi hingga kadar air 7%; (3) Mesin Pencacah Kulit kakao kapasitas 800 kg/jam ini; serta (4)  Reaktor biogas berfungsi mengolah kotoran ternak menjadi gas bio yang dapat dimanfaatkan petani untuk keperluan memasak, penerangan, bahan bakar enjin dan lain-lain.

Model mekanisasi SITT Kakao Ternak ini telah diterapkan di 4 (empat) kelompok tani lokasi sentra pengembangan Gernas Kakao, yaitu di propinsi Sulawesi Selatan,  Sulawesi Tenggara, Jawa Barat dan Jawa Timur. Dampak kegiatan inidiharapkan dapat meningkatkan produksi dan kualitas kakao sekaligus meningkatkan populasi ternak di sentra kakao dalam rangka swasembada daging nasional.

Download :

File PDF klik disini...