BBP Mektan BBP Mektan

Dalam rangka swasembada pangan, Pemerintah terus melakukan upaya salah satunya adalah memberikan bantuan alat mesin pertanian kepada kelompok tani, khususnya alsin produksi padi.  Alat mesin diperlukan karena mampu meningkatkan luas garapan dan indeks pertanaman padi. Namun demikian, bantuan alsin dirasakan masih belum tepat sasaran karena tidak akuratnya data alsin baik sebaran maupun jumlahnya per kabupaten. Hal ini menyebabkan kelebihan (jenuh) traktor tangan misalnya di suatu daerah dan kekurangan traktor tangan di daerah lain. Di samping itu, pemanfaatannya juga belum optimal mengakibatkan bantuan alsintan tidak efektif.

Dalam rangka menyiapkan data alsintan yang valid dan akurat serta mudah diakses oleh penggunanya (Dirjen teknis terkait), BBP Mektan telah melakukan kegiatan pemetaan alat mesin pertanian khususnya alsin budidaya pangan di beberapa sentra produksi padi (pulai Jawa). Teknik survey alsin dan pengolahan data jumlah dan sebaran alsin dioleh dengan teknologi  Geographic Information System (GIS) yang berbasis Decision Support System (DSS) serta  menggunakan perangkat lunak Arc View.  Pada TA 2012, kegiatan difokuskan pada 5 propinsi di Pulau Jawa, yaitu: Banten, Jabar, Jateng, Jatim, dan DIY.  Tujuan kegiatan adalah : (1). memetakan populasi alsin yang ada di sentra produksi padi lahan sawah (minimal pada 14 propinsi), 2). memetakan status keberadaan alsin pada 3 kabupaten terpilih dari lima propinsi di Pulau Jawa, dan 3). menyusun konsep optimalisasi pemanfaatan alsin pada 3 kabupaten terpilih dari 5 propinsi.  Jenis alsin yang dipetakan populasinya adalah beberapa alsin yang umum digunakan, seperti : traktor tangan, mesin perontok (power thresher), pompa air, mesin pengering, dan RMU.  Sedangkan jenis alsin dalam dipetakan status keberadaannya adalah traktor tangan dan power thresher.  Pengambilan data dilakukan secara berjenjang dari tingkat propinsi, kabupaten terpilih, dan kecamatan terpilih. Kebutuhan alsin ditentukan oleh faktor: luas tanam, indeks penggunaan alsin, break even point (BEP), dan jumlah alsin yang ada.  Dengan kriteria luas garapan/ kapasitas kerja alsin seperti: traktor tangan (15 Jam/Ha), power thresher (500 Kg/Jam) dan  pedal thresher (200 Kg/Jam), telah dibuat rekomendasi status alsin di suatu cakupan survei sebagai berikut: traktor tangan dan thresher < 50% (sangat kurang sekali), 50–70% (sangat kurang), 70–90% (kurang), 90–100% (cukup), dan > 100% (jenuh/lebih).  Output dari kegiatan ini berupa peta status jumlah dan sebaran alsintan per kabupaten dari setiap propinsi sentra produksi padi seperti disajikan Gambar 6.

Peta sebaran dan jumlah alsin budaya pangan per kabupaten ini diharapkan terintegrasi dengan kalender tanam (KATAM) Terpadu yang memuat informasi saprodi: rekomendasi benih, pupuk, dan alsintan. Rekomendasi optimalisasi alsintan dengan memindah alsin dalam suatu kawasan (per kabupaten) karena sebarannya tidak merata (sesuai kebutuhan) diharapkan akan memberi kemudahan bagi Pemerintah dalam membuat kebijakan bantuan alsin kepada petani sekaligus rekomendasi memobilisasi alsintan di daerah dari yang kelebihan (jenuh) alsin ke daerah yang kekurangan alsin agar alsin yang telah ada lebih optimal dan efektif. Hal ini penting untuk menghindari keterlambatan tanam dan menghemat anggaran pengadaan alsintan yang tidak seharusnya dilakukan.

Download :

File PDF klik disini...