BBP Mektan BBP Mektan

Selama ini permintaan ekspor sayuran tropis semakin meningkat, namun memerlukan persyaratan mutu tertentu, sehingga seringkali petani terkendala untuk ikut berperan karena pengetahuan dan teknologi yang dimiliki petani masih terbatas. Sementara itu, dilokasi sentra sayuran masih banyak dijumpai sayuran yang terbuang terutama sewaktu musim panen raya. Sifat sayuran juga mudah rusak dan umur simpannya relatif pendek sehingga membutuhkan pengolahan yang tepat. Dukungan teknologi mekanisasi pasca panen sangat penting untuk menjamin ketersediaannya sepanjang tahun dan meningkatkan kualitas produk olahannya. Model mekanisasi pengolahan sayuran mungkin merupakan salah satu solusi. Tahun 2012, BBP Mektan telah mengembangkan model tersebut dengan menerapkan suatu paket alat mesin pengolah sayuran berkapasitas 500 kg/hari,yang terdiri dari 1 unit mesin perajang (kap. 100 kg/jam), 2 unit mesin pengering (kap. 100 kg/5 jam), 1 unit mesin penepung ( kap. 100 kg/jam) dan 1 unit pengemas (kap. 450 kg/jam @ kemasan 1 kg). Paket alsin pengolahan sayuran di atas sudah diterapkan di Kelompok Tani Jaya Alam Lestari, Dusun Gambung Pangkalan, Desa Cisondari, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung.

Hasil pengujian di lokasi sentra tersebut menunjukkan bahwa kapasitas aktual paket alsin (proses pengolahan) adalah 372 – 400 kg/hari (tergantung jenis sayuran yang diolah). Biaya operasi masing-masin mesin adalah:perajang Rp. 164,47/kg, mesin pengering Rp. 230,92/kg, mesin penepung Rp. 342,94/kg dan pengemas sebesar Rp. 218,07/kg. Nilai B/C ratio diperoleh sebesar 1,73; nilai net present value (NPV) Rp. 45.148.814 dan IRR sebesar 28%, artinya cukup layak hingga bunga modal 28%. Pengembangan model mekanisasi dengan mengadopsi hasil-hasil perekayasaan yang telah ada untuk produk hortikultura (sayuran) dan diterapkan disuatu wilayah sentra produksi sayuran ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan untuk pengolahan sayuran kering dan menjadi model percontohan sekaligus menjadi pendorong tumbuhnya agroindustri pedesaan.

Pengembangan model mekanisasi melalui pemanfaatan inovasi teknologi alat mesin pengolahan sayuran kering seperti pada Gambar 5, diharapkan merupakan triger (pemicu) bagi sentra produksi sayuran (orientasi ekspor) daerah lain. Diversifikasi produk sayuran segar menjadi olahan kering, seperti: cabe kering, cabe bubuk, wortel kering dan lain-lain, mampu meningkatkan nilai tambah produk,menunda jual produk (tahan disimpan) dan mengatasi hasil produksi yang terbuag karena over supply. Pengelolaan model yang lebih profesional dan berbasis agribisnis diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kelembagaan, agro-industri pedesaan dan variansi pasar baru produk hortikultura.

Download :

File PDF klik disini...