BBP Mektan BBP Mektan

Salah satu usaha meningkatkan produktivitas tanaman tebu adalah dengan penanaman sistem kepras tebu (ratoon), yaitu memelihara sisa batang tebu setelah panen (ditebang) hingga tumbuh tunas dan menjadi tanaman tebu produksi. Hal ini dapat memperpendek waktu budidaya tebu, karena tidak perlu pengolahan tanah dan tanam tebu. Tanam tebu sistem ratoon merupakan cara paling mudah dan murah namun hasilnya kurang optimal apabila pemotongan saat panen tidak beraturan atau terdapat sisa batang tebu yang pecah. Oleh karena itu diperlukan alat mesin kepras tebu yang mampu memotong secara teratur dan tidak memecahkan batang tebu hingga rata dengan permukaan tanah. BBP mektan telah berhasil merancang alat kepras tebu hasil modifikasi prototipe alsin kepras tebu tahun 2011. Alat mesin kepras tebu yang digandeng dengan penggerak Traktor Roda 4 di atas 45 HP ini telah berfungsi dengan baik bahkan sekaligus mampu melakukan kerja “pedot oyot” dan pembumbunan tanah. Prototipe kepras tebu tahun 2012 ini sepenuhnya telah diperbaiki bagian-bagian utama yang sebelumnya bermasalah, yaitu sistem transmisi yang lebih baik, penambahan jumlah pisau dari 8 menjadi 12 bilah dan penggunaan gear box percepatan dan pembalik arah putaran dari sebelumnya gearbox pembalik arah saja, perubahan desain piringan bentuk “coak” untuk pedot oyot dari sebelumnya bentuk piringan utuh dan pembesaran diameter piringan 500 mm menjadi 660 mm, penambahan komponen pembumbun tanah bentuk ridger satu sisi (lihat Gambar 4b).

Hasil uji menunjukkan bahwa prototipe ini mampu melakukan tiga fungsi sekaligus, yaitu pengeprasan tebu lahan kering hingga rata tanah sampai 5 cm di bawah permukaan tanah, melakukan pedot oyot hingga kedalaman 20 cm dan dapat melakukan pembumbunan tanah sepanjang baris tanaman. Uji lapang pengeprasan dengan kecepatan maju 2,5 km/jam dan kecepatan putar pisau 700-800 rpm serta dengan asumsi efisiensi kerja lapang 70%, diperoleh kapasitas kerja lapang 4,40 jam/ha dan menunjukkan hasil keprasan yang baik yaitu batang tebu yang tidak pecah. Dengan demikian target kapasitas kerja prototipe telah terlampaui bahkan dengan tambahan berupa penghematan tenaga kerja pedot oyot dan pembumbunan tanaman.

Download :

File PDF klik disini...