BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

(Estimating Crop Water Requirement in Tropical Greenhouse : Evapotranspiration and Micro Climate Approaches)


Harmanto 1) , V. M. Salokhe 2) and M.S. Babel 3)
1) Indonesian Center for Agricultural Engineering Research and Development  (ICAERD)
2) Professor, Agricultural Systems Engineering, asian Institute of Technology, Bangkok, Thailand
3) Associate Professor, water Engeneering and Management, Asian Institute of Technology, Thailand


ABSTRAK

Perkiraan kebutuhan air tanaman secara tepat adalah salah satu prasyarat dalam pengelolaan sistem irigasi yang baik dan efisien untuk budidaya tanaman di dalam greenhouse. Perlakuan berbagai jumlah pemberian air irigasi yang setara dengan 100%, 75%, 50% dan 25% dari nilai evapotranspirasi tanaman (ETc) yang didasarkan pada metode Penman-Monteith telah diuji cobakan pada tanaman tomat varietas Troy 489 (Lycopersicon esculentum) didalam poly-net greenhouse 40 mesh. ETc dihitung berdasarkan data iklim mikro dari stasiun metorologi terdekat sekitar greenhouse. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan optimum air tanaman diperoleh dari perlakuan 75% dari nilai ETc  yang dihitung berdasarkan iklim mikro diluar greenhouse. Untuk varietas tomat tersebut, kebutuhan actual air tanaman diperoleh dari daerah tropis adalah antara 4.1 – 5.6 mm/hari (setara dengan 0.3-0.4 L/hari/tanaman). Secara statistik, tingkat pemberian jumlah air irigasi sangat mempengaruhi hasil produksi dan produktivitas tanaman di dalam greenhouse. Perkiraan kebutuhan air tanaman adalah sekitar 75 – 80% dari nilai ETc yang dihitung berdasarkan data iklim mikro di luar greenhouse atau sebanding dengan nilai ETc didalam greenhouse yang diukur pada saat yang sama. Perkiraan kebutuhan air irigasi yang didasarkan pada data iklim mikro dan perhitungan ETc –nya merupakan pendekatan yang relatif mudah, sederhana dan akurat dalam rangka menuju pertanian presisi (precision farming).