Rekayasa dan Pengembangan Mesin Aplikator Pupuk Organik dan Olah Tanah (MAPOOT) pada Lahan Kering Kapasitas s/d 15 Ton/Ha Untuk Menekan Ongkos Kerja > 25 %.

Luas lahan kering di Indonesia sangat luas yaitu sekitar 40 juta Ha. Pengelolaan lahan kering tersebut masih dapat dioptimalkan terutama untuk tanaman pangan dan hortikultura. Salah satu cara untuk mengoptimalkan produktivitas lahan tersebut dapat dilakukan dengan pemupukan organic (pupuk kandang maupun kompos). Pemakaian pupuk organic pada lahan kering dapat menghemat air, hemat pupuk kimia, menaikkan daya simpan air lahan, menjaga kondisi optimum tanah sebagai media tumbuh tanaman, dan pengolahan tanah pada periode tanam berikutnya lebih mudah. Optimalisasi pengelolaan lahan kering tersebut perlu dukungan mekanisasi dengan rekayasa dan pengembangan Mesin Aplikator Pupuk Organik dan Olah Tanah. Rekayasa mesin ini mempunyai tujuan dan output akhir berupa prototipe Mesin Aplikator Pupuk Organik dan Olah Tanah untuk Lahan Kering Kapasitas sampai dengan 9 Jam/Ha untuk Menekan Ongkos Kerja > 25%. Rekayasa mesin ini dilaksanakan di Laboratorium BBP Mekanisasi Pertanian Serpong dari Januari 2011 sampai dengan Desember 2011. Kegiatan ini adalah penyempurnan kegiatan yang pernah dilakukan BBP Alsintan Serpong tahun 2000. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu perbaikan disain, pabrikasi, dan pengujian mesin. Perbaikan disain mencakup : unit sambungan penggandeng, bagian anti bridging, pintu outlet pupuk organik, screw conveyor, unit transmisi lebih sederhana dan unit mesin dibuat knock down. Hasil pengujian mesin ini menunjukkan bahwa Mesin Aplikator Pupuk Organik dan Olah Tanah dapat bekerja pada nilai rata-rata kecepatan pemupukan 1,78 km/jam, kec. olah tanah 1,69 km/jam, kapasitas kerja pemupukan 840,5 kg/jam, kapasitas olah tanah 7,7 jam/ha, kebutuhan bahan bakar pemupukan 0,69 lt/jam, dan kebutuhan bahan bakar olah tanah 0,975 lt/jam pada putaran engine ± 2000 rpm untuk pupuk organik granule. Sedangkan untuk bahan pemupukan pupuk organik curah mesin ini dapat bekerja pada nilai rata-rata kecepatan pemupukan 1,78 km/jam, kec. olah tanah 1,70 km/jam, kapasitas kerja pemupukan 813 kg/jam, kapasitas olah tanah 7,7 jam/ha, kebutuhan bahan bakar pemupukan 0,68 lt/jam, dan kebutuhan bahan bakar olah tanah 0,94 lt/jam pada putaran engine ± 2000 rpm. Penggunaan Mesin Aplikator Pupuk Organik dan Olah Tanah dapat menekan ongkos kerja > 25%.

Kata kunci : Mesin Aplikator, Pupuk Organik, Olah Tanah, Penurunan Ongkos kerja > 25%, Lahan Kering

 


HIGHLIGHT

Portal PPID BBP Mektan

Informasi Publik

mail Litbang

Zona Integritas

Lelang Pengadaan

POLLING

Darimanakah Anda Mengetahui BBP Mektan ?

F A Q

Q : Apa yang dimaksud dengan Mekanisasi Pertanian?

Q : Mengapa harus menggunakan Mekanisasi Pertanian, Apa tujuannya?

Q : Apa saja Jenis Pengujiannya?

Q : Bagaimana prosedur dan persyaratan pengujian alat dan mesin pertanian

 Selengkapnya...