BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Sistem Integrasi Tanaman-Ternak dipandang sebagai suatu sistem pertanian yang dicirikan oleh keterkaitan yang erat antara komponen tanaman dan ternak dalam suatu waktu dan dalam suatu wilayah usahatani. Keterkaitan yang ada diujudkan oleh adanya hubungan saling umpan, saling suap, saling untung antar komponen dalam sistem, baik material hasil maupun limbah sehingga memunculkan konsep zero-waste, akrab lingkungan dan Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) Pemahaman tersebut dalam sistem SITT minimal terdiri atas sub-sistem pakan, sub-sistem pupuk dan sub-sistem energi limbah. Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian melihat peluang untuk meningkatkan nilai tambah, efisiensi kerja dan peningkatan pendapatan petani pada SITT Sawit-Sapi melalui introduksi alsin pencacah pelepah sawit (chopper), pemecah bungkil inti sawit dan/atau limbah padat industri sawit, pencampur pakan, APPO, granulator pupuk organik, pengering pupuk dan pengayak. Pilihan alsin ditentukan oleh kondisi di masing-masing lokasi (Kalimantan Timur, Sumatera Selatan dan Riau). Alsin chopper, hammer mill, mixer menjadi paket di Prov Riau karena pelepah sawit menjadi sumber baku pakan. Untuk lokasi Kalimantan Timur paket alsin APPO dan granulator karena kotoran hewan (padat dan cair) tersedia melimpah. Alsin chopper, APPO dan granulator untuk menangani hijauan pakan serta kotoran hewan sebagai bahan baku pupuk. Analisis BC-ratio untuk masing-masing paket di setiap lokasi dianggap menguntungkan untuk berbagai usaha ternak dan pembuatan pakan-pupuk yaitu Riau (> 1,4) dan Sumatera Selatan (> 1,4) kecuali untuk Kalimantan Timur (rata-rata 0,98). Hasil analisis MRR yaitu 205,50 (Kaltim), 222,95 (Sumsel) dan 285,41 (Riau) menjelaskan bahwa introduksi alsintan berpengaruh nyata terhadap peningkatan keuntungan pada SITT Sawit-Sapi. Kelembagaan para pemangku kepentingan SITT Sawit di daerah sangat menentukan keberhasilan introduksi alsintan dari BBP Mektan dan keberlanjutan program-program lainnya.

Kata kunci: manfaat mekanisasi, sistem integrasi tanaman dan ternak, sawit, pakan, biogas, pupuk organik