BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Salah satu hambatan dalam mengembangkan usaha pengolahan biofarmaka adalah terbatasnya teknologi pascapanen dan pengolahan, terutama alat dan mesin yang sesuai. Proses pengolahan simplisia rimpang pada prinsipnya meliputi tahap-tahap: pencucian, pengecilan ukuran (perajangan) dan pengeringan. Sejak TA 2006 Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) telah merekayasa, menguji dan memodifikasi mesin-mesin untuk pengolahan rimpang segar. Tujuan kegiatan pada TA 2009 adalah mengembangkan unit pengolahan biofarmaka skala UKM untuk meningkatkan mutu dan harga jual hasil olahan sebesar 20%. Kegiatan ini dicapai  melalui pendirian Pabrik Mini Pengolahan Temulawak, dengan menggunakan alat dan mesin pengolahan hasil rekayasa BBP Mektan untuk menunjang mekanisasi pengolahan biofarmaka-rimpang. Lokasi kegiatan di desa Ngliron-Kecamatan Randublatung-Kabupaten Blora Jawa Tengah, bekerja sama dengan PT Perhutani I, asosiasi LMDH, dan Balitro serta melibatkan BPTP Jawa Tengah.
Kegiatan ini juga merekayasa Rumah Pengering tipe Efek Rumah Kaca-Hybrid dengan kapasitas 300 kg rajangan rimpang per proses. Pengeringan utama menggunakan sinar matahari yang diserap melalui dinding dan atap plastik transparan, selanjutnya diperangkap oleh lantai berwarna hitam. Pada saat mendung atau tidak ada matahari, pengeringan dilakukan dengan melakukan pembakaran limbah biomasa pada tungku yang dilengkapi kipas penghembus panas. Hasil uji coba menunjukkan bahwa rumah pengering mampu mengeringkan rajangan temulawak segar dengan ketebalan 6-7 mm dan kadar air awal 93%, menjadi simplisia kering dengan ketebalan 4-5 mm dan kadar air 4,9% setelah 8 jam pengeringan. Selain itu uji coba mesin pencuci rimpang temulawak mampu mencuci dengan bersih selama 10 menit dengan penggantian air setelah 5 proses. Mesin perajang tipe horizontal dengan putaran 300 rpm mencatat kapasitas lebih dari 200 kg/jam, sedangkan mesin penepung mempunyai kapasitas 100 kg/jam untuk penepungan dengan ukuran tepung 80 mesh. Pabrik Mini pengolahan temulawak merupakan percontohan bagi LMDH atau kelompok tani biofarmaka di tempat lain. Apabila usaha ini berhasil dan menguntungkan masyarakat secara langsung maupun tidak langsung, dampaknya akan positip bagi LMDH atau kelompok tani biofarmaka di seluruh Indonesia. Diharapkan pada akhirnya dampak dari penggunaan paket teknologi ini dapat meningkatkan penghasilan pengolah biofarmaka di semua lini dengan target hingga 20%.