BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Kawasan PLG merupakan asset nasional yang perlu direhabilitasi dan direvitalisasi, karena potensi sumberdaya lahannya 1,4 juta hektar, dan masih berdomisili 8.647 KK transmigran.    Potensi yang ada di kawasan PLG adalah : Terdapatnya saluran primer, sekunder dan tersier, serta pintu-pintu air ;  Prasarana dan sarana jalan, listrik, air minum sudah tersedia sehingga akses dan pencapaian ke lokasi lebih mudah dan lancar melalui darat.   Lahan yang belum termanfaatkan masih cukup luas.    Di kawasan PLG seluas 1.034.000 hektar, telah terjadi perubahan kondisi biofisik lahan, akibat kebakaran, penggenangan (banjir), pengatusan (drainage), pelindian (leaching), dll., sehingga banyak lahan yang dibiarkan (bongkor)  berubah menjadi semak belukar.   Untuk menjadikannya sebagai lahan pertanian produktif dan lestari, wilayah PLG perlu direhabilitasi dan dikembangkan melalui penerapan inovasi teknologi mekanisasi pertanian karena terbatasnya SDM yang ada.

Kegiatan dengan judul “Pengembangan Model Mekanisasi Budidaya Padi di Kawasan PLG untuk Meningkatkan Effisiensi Usaha Tani 20 %”   ini merupakan salah satu bagian kegiatan pada Program On-Top Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Lahan Pasang Surut Kawasan PLG (Badan Litbang Pertanian) dan merupakan sederetan kegiatan yang dimulai sejak T.A. 2007 dengan judul yang berbeda-beda dan untuk T.A. 2009, mempunyai maksud dan tujuan melakukan pengamatan tentang aspek teknis dan aspek ekonomi-finansial melalui input (masukan) berupa penerapan dan pengembangan lima jenis alsintan, yaitu: (1) Prototipe Alsin Persemaian kering; (2) Prototipe Transplanter manual; (3) Protoipe Alsin Power Weeder; (4) Prototipe Mesin Sabit Mower; dan (5) Prototipe Alsin Perontok padi, guna penyusunan model pengembangan mekanisasi budidaya padi.
Keluaran yang diharapkan berupa model penerapan mekanisasi alsintan, pada budidaya padi di lahan Pasang surut , Dadahup, Kalimantan Tengah.   Model yang dimaksud diukur melalui nilai keuntungan finansial yang diperoleh dan luas cakupan kinerja alsintan yang dikembangkan (kesimpulan).   Model penerapan tersebut diharapkan akan dapat dipakai sebagai acuan bahan pola kebijaksanaan pengembangan mekanisasi budidaya padi pada umumnya, khususnya di kawasan PLG, Kalimantan Tengah.