BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Krisis pangan dan energi dunia pada saat ini, mendorong negara-negara di dunia untuk melakukan upaya penganekaragaman produksi bahan pangan dan produksi energi alternatif. Indonesia diakui mempunyai sumber daya hayati yang potencial untuk dikembangkan dalam rangka penganekaragaman pangan dan energi alternatif. Aneka umbi lokal yang terdapat di Indonesia, seperti ubi kayu, ubi jalar, ganyong, garut, talas, gembili, gadung, bentul, suweg, iles-iles, dan lain-lain merupakan sumber bahan pati dan tepung yang dapat dikembangkan dalam rangka penganekaragaman sumber karbohidrat untuk subsitusi tepung terigu yang menjadi program nasional pemerintah dalam mengatasi ketergantungan tepung terigu. Dukungan teknologi alsintan diperlukan dalam rangka peningkatan mutu produk dan kapasitas kerja unit usaha kecil pedesaan. Kegiatan ini melakukan pengembangan unit alsin pengolahan pati, terintegrasi dengan unit pengolahan bioethanol skala pedesaan, kapasitas produksi 1 ton/hari. Unit pengolahan pati yang dirancang terdiri dari unit pengecilan ukuran (pemarut dan blender), unit ekstraktor, bak pengendapan pati, pengering pati (pemeras dan dryer) serta unit penghalus pati/tepung (penggiling dan pengayak).  Unit pengolahan bioetahanol terdiri dari tangki sakarifikasi, ferementor dan destiller tipe packing bed yang digunakan untuk mengolah limbah padat dan cairan pada pengemdapan pati dan limbah cairan pada prosesing pengolahan tepung cassava. Dengan dukungan alsintan pengolahan pati, kegiatan ini dapat meningkatkan mutu produk, rendemen pati dan kapasitas pengolahan sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani dan unit produksi tepung/pati skala kecil pedesaan.Krisis pangan dan energi dunia pada saat ini, mendorong negara-negara di dunia untuk melakukan upaya penganekaragaman produksi bahan pangan dan produksi energi alternatif. Indonesia diakui mempunyai sumber daya hayati yang potencial untuk dikembangkan dalam rangka penganekaragaman pangan dan energi alternatif. Aneka umbi lokal yang terdapat di Indonesia, seperti ubi kayu, ubi jalar, ganyong, garut, talas, gembili, gadung, bentul, suweg, iles-iles, dan lain-lain merupakan sumber bahan pati dan tepung yang dapat dikembangkan dalam rangka penganekaragaman sumber karbohidrat untuk subsitusi tepung terigu yang menjadi program nasional pemerintah dalam mengatasi ketergantungan tepung terigu. Dukungan teknologi alsintan diperlukan dalam rangka peningkatan mutu produk dan kapasitas kerja unit usaha kecil pedesaan. Kegiatan ini melakukan pengembangan unit alsin pengolahan pati, terintegrasi dengan unit pengolahan bioethanol skala pedesaan, kapasitas produksi 1 ton/hari. Unit pengolahan pati yang dirancang terdiri dari unit pengecilan ukuran (pemarut dan blender), unit ekstraktor, bak pengendapan pati, pengering pati (pemeras dan dryer) serta unit penghalus pati/tepung (penggiling dan pengayak).  Unit pengolahan bioetahanol terdiri dari tangki sakarifikasi, ferementor dan destiller tipe packing bed yang digunakan untuk mengolah limbah padat dan cairan pada pengemdapan pati dan limbah cairan pada prosesing pengolahan tepung cassava. Dengan dukungan alsintan pengolahan pati, kegiatan ini dapat meningkatkan mutu produk, rendemen pati dan kapasitas pengolahan sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani dan unit produksi tepung/pati skala kecil pedesaan.