BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

ABSTRAK

Indonesia memiliki ketergantungan yang besar terhadap obat dan bahan baku obat konvensional impor yang nilainya mencapai 160 juta USD per tahun, sehingga perlu dicarikan substitusinya dengan produk industri di dalam negeri. Sementara itu alam Indonesia memiliki berbagai macam bahan baku obat yang berasal dari tanaman biofarmaka. Pemanfaatan sumberdaya hayati tanaman biofarmaka  perlu digali terus menerus, sehubungan dengan kuatnya keterkaitan bangsa Indonesia dengan tradisi mengkonsumsi ramuan tradisional berupa jamu. Beberapa hasil produk biofarmaka kini bahkan telah ada yang menjadi komoditas ekspor, baik berupa simplisia maupun produk olahan.
Disadari bersama bahwa masih banyak hambatan dalam pengembangan biofarmaka yang juga dikenal sebagai obat herbal atau fitofarmaka. Salah satu penghambat  adalah terbatasnya teknologi pascapanen dan pengolahan. Teknologi pengolahan tidak terlepas dari peralatan yang digunakan, yang kebanyakan berasal dari luar negeri dengan harga yang sangat tinggi. Sehingga dengan merekayasa sendiri alat dan mesin yang diperlukan dalam pengolahan biofarmaka diperkirakan akan menurunkan harga, sehingga usaha agribisnis obat herbal dapat dijangkau oleh pelaku agribisnis skala kecil di pedesaan.
Dalam kegiatan Rekayasa Mesin Pengolah Tepung Kristal Terpadu Komoditas Biofarmaka, telah dihasilkan mesin  pemeras rimpang tipe Screw-Press dan mesin evaporator vakum. Hasil pengujian menunjukkan kedua mesin telah dapat beroperasi dengan baik, yang ditunjukkan dengan dihasilkannya tepung kristal dengan kadar air 2.67%, warna cerah serta rasa dan aroma yang khas seperti rimpang segarnya. Pada kegiatan ini dilakukan juga rekayasa pengering tipe Lemari yang dibuat dari bekas lemari besi. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan seminar biofarmaka bertema “Meningkatkan Mutu Produk Biofarmaka Melalui Mekanisasi Pengolahan”. Seminar dihadiri oleh unsur Departemen Pertanian (Direktorat Jenderal terkait, unit kerja lingkup Badan Litbang), Dinas Pertanian, pengrajin, industri dan perguruan tinggi. Dalam acara tersebut dilakukan demonstrasi alat dan mesin pengolah biofarmaka yang telah dihasilkan.