BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

ABSTRAK

Kebutuhan beras sebagai bahan pangan pokok sebagian penduduk Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk. Namun disisi lain luas lahan tidak bertambah bahkan cenderung berkurang. Dalam rangka mengatasi kedua faktor yang bertolak belakang tersebut adalah dengan meningkatkan mutu intensifikasi dan ekstensifikasi. Kegiatan Ekstensifikasi dilakukan melalui Percepatan rehabilitasi dan revitalisasi kawasan PLG (Pengembangan Lahan Gambut) di Kalimantan Tengah yang merupakan pelaksanaan INPRES Nomor 2 Tahun 2007. Kegiatan Ekstensifikasi dan Intensifikasi sangat ditentukan oleh jadwal waktu yang terikat dan areal yang tertentu.   Hal tersebut menuntut alternatif pengerahan tenaga kerja dalam tiap tahap budidaya termasuk penyediaan sarana alat mesin pertanian (Alsintan). Dalam hal tenaga kerja terbatas maka penambahannya dengan menggunakan cara mekanis. Dalam rangka mencapai cara tersebut diperlukan suatu sistem manajemen pengembangan mekanisasi padi terhadap prototipe alsintan : Prototipe Alsin Persemaian kering, Prototipe Mesin Penyiang Bemotor, Prototipe Mesin Sabit Mower dan dan Prototipe Mesin Perontok Padi yang pernah di rancang dan direkayasa sebelumnya.
Kegiatan dengan judul Sistem Manajemen Pengembangan Mekanisasi Padi (Persemaian kering, Penyiang, dan Pemanen Padi) Untuk Lahan Pasang surut di Kalimantan ini merupakan salah satu bagian kegiatan pada Program On-Top Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Lahan Pasang Surut Kawasan PLG (Badan Litbang Pertanian) dengan maksud dan tujuan melakukan pengamatan secara teknis dan ekonomis pengembangan 4 macam prototipe alsintan : (1) Prototipe Alsin Persemaian kering ; (2) Prototipe Alsin Power Weeder ; (3) Prototipe Mesin Sabit Mower ; dan (4) Prototipe Alsin Perontok padi, buatan BBP Mektan untuk kawasan lahan pasang surut (PLG) di Kalimantan Keluaran yang diharapkan berupa penerapan prototipe alsintan : Persemaian kering, prototipe mesin Penyiang bermotor, prototipe mesin Sabit Mower dan prototipe Alsintan Perontok yang layak dan dapat diterima oleh pelaku mekanisasi (petani) setempat pada sistem budidaya padi di lahan Pasang surut Kalimantan Tengah.   Hasil tersebut diharapkan akan dapat dipakai sebagai acuan bahan pola kebijaksanaan pengembangan mekanisasi budidaya padi pada umumnya, khususnya di lahan pasang surut Kalimantan.