BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

ABSTRAK

Dasar penentuan lokasi pilot percontohan penggilingan padi adalah skala produksi, kontinuitas produksi (> 60%), respon yang baik dari pemilik untuk terlibat dalam kegiatan penelitian, respon pemilik terhadap perbaikan konfigurasi mesin, dan sasaran penyewa/konsumen penggilingan yang sebagian besar pedagang atau digunakan pemilik untuk memproduksi beras.  Serta yang tidak kalah penting adalah dukungan dari instansi terkait di daerah lokasi PPK, yaitu Dinas Pertanian dan BPTP untuk ikut serta dalam mengawal dalam penyebaran teknologi sehubungan dengan renovasi salah satu penggilingan padi di wilayah tersebut untuk dijadikan percontohan. Lokasi yang dijadikan pilot percontohan adalah PPK Sri Rejeki di Moyudan, Sleman, DIY dan PPK Daya Mamur Tani di Pandeglang, Banten. Berdasarkan pengamatan terhadap kinerja PPK percontohan di dapatkan peningkatan rendemen sebesar 1-2%, rendemen giling yang dicapai pada PPK Sri Rejeki 65 s/d 67% dan PPK Daya Sinar Makmur Tani 64-65%,  dengan persentase beras kepala  > 78%.  Penambahan alsin cleaner, separator, grader  dan elevator pada PPK Sri Rejeki, diperlukan tambahan biaya sebesar Rp 10,- per kg beras, sedangkan pendapatan yang diterima meningkat sebesar Rp 87,-  per kg beras .  Rata-rata peningkatan penghasilan yang diperoleh karena  kenaikan produksi dan kualitas adalah 2 s/d 6%.   Pada PPK Daya Makmur Tani, penambahan alsin cleaner, separator, grader  dan elevator diperlukan tambahan biaya sebesar Rp 21,- per kg beras, sedangkan pendapatan yang diterima meningkat sebesar Rp 54,-  per kg beras .  Rata-rata peningkatan pendapatan yang diperoleh karena kenaikan produksi adalah 2 %.