BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

ABSTRAK

Kegiatan perekayasaan scalling up chiller susu dan karkas ini merupakan kelanjutan dari kegiatan yang sama yang dilaksanakan pada tahun 2007, yang bertujuan untuk dapat menciptakan alat chiller susu dan karkas yang sesuai dengan kebutuhan kelompok peternak. Chiller susu dan karkas adalah dua hal yang berbeda, baik dari bentuk, model, cara kerja, dan komoditas yang proses. Dimana chiller susu berfungsi untuk mempercepat proses pendinginan susu dari suhu 28 oC ke 3 oC sebelum susu dimasukkan ke dalam tangki penyimpanan (cooling unit), hal ini dilakukan karena jika pendinginan dilakukan oleh cooling unit akan memakan waktu yang lama (8 jam untuk cooling unit kapasitas 2 ton), sedang chiller karkas ditujukan untuk pembekuan karkas sebelum ditransportasi ke konsumen atau ditujukan untuk penyimpanan dalam waktu yang lama.Setelah dilakukan proses perekayasan diperoleh keluaran alat chiller susu dengan kapasitas 1000 ltr/jam dan chiller karkas dengan kapasitas 600 kg/batch.Chiller susu yang direkayasa menggunakan tenaga listrik dengan kebutuhan arus listrik sebesar 2235 Watt, 3 phase (jika seluruh mesin digerakkan secara bersamaan akan tetapi pada kenyataannya mesin tidak bekerja secara bersamaan), yg digunakan oleh kompresor pendingin, pompa air dan susu, serta dinamo agitator.  Pengujian pada ice bank dengan menggunakan 800 ltr air berhasil didinginkan air dari 24,3 ke 11,4 oC  dalam waktu 4 jam, dari uji ini menunjukkan sistim pendingin mampu menurunkan suhu air 0,052 oC per menit, dengan efisiensi energi 50,18%. Sedang pengujian tahap kedua terhadap keseluruhan chiller  dengan menggunakan 300 ltr susu dengan suhu awal 25,2 oC berhasil diturunkan menjadi 5,8  oC dalam waktu 55 menit. Pada pengujian  chiller karkas dengan menggunakan 50 kg karkas berhasil dibekukan dalam waktu 6 jam,  dan dalam waktu 11 jam dapat dicapai suhu evaporator – 16 oC dan suhu ruangan rata-rata mencapai -7 oC. Hasil pengamatan terhadap bagian karkas paha dan dada, selama 21 hari pada tiga parameter, yaitu bau, warna, dan kekerasan, menunjukkan bahwa bau tidak mengalami perubahan dari hari pertama sampai hari ke 21.  Warna umumnya baik yang ditandai tidak terdapat angka negatif kecuali pada hari ke 14 dan 17 , hal ini lebih disebabkan oleh faktor matinya sumber listrik dari PLN selama 8 jam serta adanya perbaikan pada saat pengujian dilakukan. Selanjutnya kekerasan pada umumnya tidak mengalami perubahan, ditandai dengan angka kekerasan masih diatas 1,1 kg/mm2.