ABSTRAK

Pada tahun 2008 telah dilakukan kegiatan  “Rekayasa Model Penerapan Mesin Penyiang dan Pemupuk Tanaman padi di Lahan Sawah” yang merupakan kegiatan lanjutan dari tahun 2007.  Rekayasa ini merupakan kegiatan lanjutan pada tahun 2000 selama 2 tahun telah dilakukan kegiata rancang bangun penyiang padi sawah bermotor dan hasilnya berupa prototipe PW-JP-02/20 ,  prototipe ini telah dapat berfungsi dengan baik,  berbagai kegiatan desiminasi pengenalan prototipe juga sudah dilakukan di beberapa daerah.  Penggunaan power weeer untuk penyiangan  padi sawah dibandingkan gasrok/landak atau manual memang lebih unggul jika pertumbhan gulma lebih dari 50 %, dan penggunaanya harus melalui sistem sewa jasa dengan luasan areal per  musim tanam  minimal  20 ha. Power  weeder semata-mata tidak hanya menyiang padi sawah  namun juga memberikan efek aerasi tanah di daerah perakaran akibat dari pengadukan tanah oleh cakar penyiang. Pada tahun 2008 ini dilakukan rekayasa penyempernaan power weeder sehingga menjadi terintergrasi dengan sistem pemupukan. Dengan penambahan peralatan penebar pupuk terintegrasi pada power weeder ini diharapkan mesin ini menjadi lebih efektif dan efisien, karena sekali operasi dua pekerjaan dapat diselesaikan.    Manfaat lain yaitu efektifitas pengaruh pupuk ke daerah perakaran menjadi lebih  baik  karena pupuk dibenamkan dengan terlindas oleh pengapung atau skid dari power weeder.  Kegiatan uji pengaruh  pupuk dan penyiangan dengan 2 perlakuan jenis penyiangan ( power dan gasrok) serta dua perlakuan pemupukan ( sebelum dan sesudah) pemupukan menggunakan  urea ditebar langsung dengan tangan. Hasil uji lapang penelitian aplikasi pupuk urea ditebar langsung setelah penyiangan power weeder menunjukkan respon positif terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan dan produksi gabah padi sawah. Biaya operasional pengoperasian prototipe mesin penyiang padi sawah (Power weeder tipe JP-PW-02/25) sebesar Rp 231.000,-/ha. Sedangkan biaya operasional prototipe mesin penyiang padi sawah (Power Weeder tipe JP-PW-02/25 + Pemupuk) sebesar Rp 244.000,-/ha.