BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

ABSTRAK

Minyak jarak merupakan salah atu alternatif minyak nabati yang dikembangkan untuk mensubstitusi minyak bakar berbahan baku fosil. Teknologi prosesing minyak jarak telah tersedia. Namun, status teknologi tersebut masih dalam tahap pengembangan. Salah satu arah pemanfaatan minyak jarak adalah dalam rangka mendukung pemenuhan energi pada desa mandiri energi (DME). Untuk itu beberapa wilayah bentukan desa mandiri energi didirikan oleh lembaga-lembaga pada tingkat pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Beberapa DME dilengkapai dengan unit pengolahan hasil (UPH) jarak pagar. Kegiatan ini melakukan evaluasi teknis dan ekonomis penerapan unit prosesing jarak menjadi CJCO. Metode pendekatan kajian ini adalah studi kasus UPH di lokasi sentra produksi jarak pagar.  
Hasil kajian ini memperlihatkan bahwa kebanyakan UPH yang ada pada saat ini belum beroperasi. Kendala teknis operasional dan faktor ekonomi di lapangan di antaranya adalah hasil pertanaman biji jarak yang belum optimal untuk diproses pada skala ekonomi, mesin-mesin pengolahan yang tidak dapat dioperasikan oleh pengguna dan turunnya harga minyak fosil akhir-akhir ini. Selain itu, alasan utama tidak beroperasinya UPH di lapangan adalah tidak adanya sistem kelembagaan atau kepastian pasar yang menjamin hasil pengolahan minyak jarak tersebut laku di pasaran, sehingga petani atau kelompok tani kurang tertarik untuk bergerak pada komoditas ini. Namun demikian, masyarakat masih menunggu akan adanya kebijakan pengembangan jarak pagar sebagai energi alternatif yang secara teknis, teknologinya lebih baik dan secara ekonomis layak untuk dikembangkan di masyarakat.
Hasil kajian teknis di lokasi UPH ini memperlihatkan bahwa secara teknis unit pengolahan jarak pagar, terutama mesin pengepres masih perlu dikembangkan untuk dapat menghasilkan efisiensi pengepresan yang lebih tinggi. Kegiatan ini melakukan kajian teknis mesin pengepres tipe double stage screw press, yang dikembangkan BBP Mekanisasi Pertanian, Serpong dan juga dilakukan pengujian terhadap mesin pengepres tipe single stage screw press yang dikembangkan Balittas Malang. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa kapasitas pengolahan tipe single stage screw press adalah  80 kg biji jarak/jam dan kapasitas pengolahan tipe double stage screw press 65 kg/jam. Ditinjau dari segi efisiensi pengepresan, rendemen minyak yang dapat diekstraksi baik menggunakan mesin pengepres tipe single stage maupun double stage ini masih rendah. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa efisiensi pengepresan untuk tipe single stage adalah 64,3 % dan untuk tipe double stage 68,1 %. Tipe double stage mempunyai efisiensi pengepresan yang lebih tinggi dibandingkan tipe single stage. Hal ini disebabkan, pada tipe double stage terdapat dua buah konus, yang berfungsi mengepres bahan dua kali. Walaupun demikian, nilai efisiensi ini masih cukup rendah. Optimasi pengaruh karakteristik biji jarak terhadap setting mesin masih sangat diperlukan untuk penelitian-penelitian selanjutnya untuk dapat mengoptimalkan hasil minyak yang terperah. Simulasi perhitungan ekonomi unit pengolahan biji jarak menjadi minyak jarak mentah dihitung dengan asumsi-asumsi : nilai investasi mesin Rp 35.000.000, kapasitas pengolahan 520 kg biji/hari dan rendemen minyak 30%. Jika harga beli biji jarak Rp 1000/kg, maka harga jual minyak jarak minimum Rp 5.000/liter dengan B/C ratio 1,13. Asumsi harga beli biji jarak Rp 1.500/kg, maka harga jual minyak jarak minimum Rp 6.500/liter dengan B/C ratio 1,12. Berdasarkan data teknis dan ekonomis maka satu unit mesin pres jarak yang dikembangkan BBP Mektan dapat digunakan untuk mengolah hasil tanaman biji jarak seluas 31 ha (produksi biji jarak 4,35 ton/ha per tahun).
Kata kunci:  jarak pagar, mesin screw press, desa mandiri energi, minyak jarak