BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

ABSTRAK

Pengembangan greenhouse di daerah tropis akan sangat berbeda dengan di daerah dingin di mana greenhouse telah banyak berkembang bahkan sudah menjadi kebutuhan sebagai media tanam budidaya tanaman hortikultura. Daerah tropis yang dicirikan dengan tingginya suhu dan kelembaban udara sepanjang tahun serta adanya hama utama (whiteflies dan thrips) memerlukan tipe dan desain greenhouse yang adaptif terhadap iklim setempat untuk menekan biaya budidaya tanaman. Screenhouse merupakan jawaban teknologi yang diperlukan untuk memenuhi tantangan di atas. Selain itu, selama ini konstruksi screenhouse di impor dari luar negeri yang harganya mahal berkisar antara 200 ribu hingga 1 juta rupiah per m². Penggunaan material lokal dapat menurunkan biaya konstruksi screenhouse. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan perekayasaan suatu prototipe screenhouse yang adaptif terhadap iklim mikro daerah tropis basah yang ditekankan untuk menurunkan tingginya biaya investasi dan operasional, meningkatkan sistem ventilasi dan pengendalian hama terpadu. Metodologi yang digunakan adalah dengan melakukan modifikasi lanjut hasil desain screenhouse yang telah ada dan berkembang di Indonesia, di samping juga mengadopsi teknologi baru yang sedang dikembangkan diluar negeri seperti penggunaan bahan penutup plastik UV dan jenis net serta model konstruksi bangunan. Selanjutnya prototipe hasil rekayasa diuji kinerjanya untuk ditinjau dari beberapa aspek teknis, agronomi dan entimologinya baik dengan tanaman maupun tanpa tanaman sayuran di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe bangunan screenhouse ukuran 8 m × 21 m telah direkayasa dan didirikan di areal BBP Mektan, Serpong (dataran rendah - dengan suhu harian pada siang hari rata-rata 31 - 33 ºC). Harga investasi yang diperlukan per Agustus 2008 adalah Rp. 275.000 per m². Screenhouse ini menggunakan bahan yang mudah didapatkan dengan material penutup berupa net (screen) ukuran 35 mesh dengan atap yang terbuat dari plastik ultraviolet (UV-stabilised) dengan umur pakai 3 hingga 5 tahun. Biaya konstruksi screenhouse tersebut relatif lebih murah dibanding dengan produk sejenis yang diimpor dari luar negeri. Telah terjadi reduksi biaya (cost-down) sebesar 25% dibanding dengan screenhouse sejenis yang diimpor. Hasil pengujian menunjukkan bahwa beda suhu antara didalam dan luar screenhouse hanya 1 – 3 ºC pada siang hari (cerah) dengan beda suhu udara maksimum 4 ºC, bahkan pada cuaca mendung atau malam hari hampir tidak terjadi beda suhu dan kelembaban udara. Penggunaan screen sebagai dinding ventilasi mampu menekan jumlah populasi hama tanaman hingga 50% sedangkan penurunan jumlah tanaman yang terserang hama dibanding dengan luar screenhouse (kontrol) adalah 17%. Kondisi tanaman di dalam screenhouse jauh lebih baik dengan pertumbuhan tinggi tanaman 10% lebih panjang dengan tanaman di luar screenhouse. Jumlah dan kualitas hasil panen tanaman di dalam juga lebih baik dibanding dengan di luar screenhouse.

Kata kunci: screenhouse, low-cost, pengendalian hama terpadu, hortikultura, iklim mikro adaptif